"JIKA PERS MERUGIKAN, JANGAN MAIN HAKIM SENDIRI, ADUKAN KE DEWAN PERS", pesan ini disampaikan oleh mediabanten.com dan Dewan Pers.

TERKINI

Pembangunan Bandara Panimbang Menggantung

Editor: 
mdika

Serang -  Pemprov Banten baru berencana membahas persiapan pembangunan Bandara Panimbang, di Kabupaten Pandeglang pada Rabu (9/5) ini. Padahal dalam Surat Keputusan (SK) Kemenhub Nomer 433/2010 tentang penetapan Lokasi Bandara Udara Baru, serta Rencana Pembangunan Bandara di Kabupaten Pandeglang, memerintahkan Pemprov Banten harus mulai menyiapkan pelaksanaan pembangunan bandara 36 bulan setelah SK tersebut dikeluarkan sejak 2011 lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatikan (Dishubkominfo) Provinsi Banten, Husni Hasan mengatakan, akan membahas masalah pembangunan Bandara Panimbang pada Rabu (9/5) dengan Gubernur Banten, Kementerian Perhubungan, dan lembaga terkait lainya. “Besok (hari ini) kami akan membahas masalah rencana pembangunan Bandara,” ujar Husni Hasan, kemarin.

Untuk merumuskan rencana pembangunan bandara ini, kata Husni, perlu adanya kebijakan  gubernur, karena pembangunan Bandara Panimbang pendanaanya hampir seluruhnya dari pihak swasta. “Sehingga, skema apa yang diambil gubernur dalam menentukan kebijakan ditentukan pada rapat nanti,” kata Husni Hasan.

Husni juga mengaku, Pemprov Banten akan terus beruapaya untuk bisa merealisasikan pembangunana Bandara Panimbang tersebut. “Mudah-mudahan, keputusan Gubernur yang diambil besok (hari ini) bisa diterima semua pihak,” ujarnya.

Asda II Provinsi Banten M Shaleh mengatakan, dalam pembangunan bandara ini terdapat tiga opsi, yang pertama pembangunan itu dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan menggaet investor. Kedua membuat badan usaha baru, dan ketiga dengan cara dilakukan pelelangan terbuka terkait pembangunan bandara tersebut. “Tiga opsi ini yang akan dibahas, karena modal ini adalah full dari swasta,” ujar M Shaleh. 

Menurut Shaleh, untuk opsi pertama yaitu gubernur bisa langsung menunjuk BUMD untuk langsung melakukan pembangunan dengan pihak swasta. Namun, pihak swasta tidak menyetujui keinginan itu, karena investasi yang ditanamkannya lebih besar dari BUMD Provinsi Banten. “Investasi BUMD Banten hanya 5 persen, sedangkan swasta mencapai 95 persen. Sehingga swasta menolak kalau pembangunannya dilakukan itu atas nama BUMD Bantan,” kata dia.      

Opsi kedua yaitu dengan membuat BUMD baru yang dikhususkan untuk membangun dan mengurus bandara. Namun cara ini memiliki kelemahan dari segi waktu, karena waktu untuk pembuat BUMD sangatlah lama, karena memerlukan adanya Peraturan Daerah Baru tentang BUMD yang akan dibentuk tersebut.

Sedangkan untuk opsi yang ketiga dengan cara melakukan lelang terbuka dalam proyek ini, dalam lelang ini siapa saja investor boleh masuk dan melakukan pembangunan. “Kalau menurut saya, cara ini lebih baik dari dua opsi yang pertama dan kedua,” terangnya.  

Untuk diketahui, Bandara Panimbang ini dibangun untuk menunjang adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung.  Rencana tahap awal pembangunan Bandara Panimbang akan dibangun runway sepanjang 2.500m, dengan lebar 30m. Sedangkan untuk jangka panjangnya akan dibangun hingga 3.500m sehingga bisa didarati pesawat sejenis Boeing dan pesawat berbadan besar lainnya. (mdika)

TEKNO

ADVETORIAL

  • Pemantapan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu dari tujuh fokus pembangunan Provinsi Banten. Tujuan dari pemantapan kualitas sumber daya manusia adalah untuk membentuk sumber daya manusia yang sehat, Cerdas, agamis dan berdaya saing. Sebab manusia yang sehat merupakan tujuan dari pembangunan kesehatan.

OPINI

Ginanjar Hambali*

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh dalam sambutan pada pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, di kantor Kemdikbud, Minggu (17/08/2014) menyatakan

Beberapa tahun terakhir ini, masalah kenakalan dan kriminalitas remaja terus meningkat baik jumlah maupun kualitasnya.