TERKINI

Pembeliaan Tanah Oleh PT Gamma Dipertanyakan Ahli Waris

REPORTER: 
ab
EDITOR: 
ovinal

Lebak—Para ahli waris almarhum Jenderal Moehono mempertanyakan penjualan aset milik ahli waris seluas 20 hektar kepada PT Gamma Grup salah satu investor yang akan membangun pabrik semen di wilayah Kabupaten Lebak Selatan yang terletak di Blok Cibayawak, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Pasalnya, sejumlah ahli waris dari almarhum Jenderal Moehona mengaku belum menandatangani surat persetujuan penjualan tanah kepada PT Gamma Grup oleh seorang ahli waris lainnya yang bernama Ny Sri Mulungsih.

Hal ini diungkapkan  Lilik Muhendra, anak ke 4 dari 6 bersaudara ahli waris dari jenderal Moehono mewakili pihak keluarga kepada wartawan di kediamnnya di Rangkasbitung, Senin (27/05/2013).

Menurut Lilik, dirinya menduga adanya pemalsuan tandatangan ahli waris oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, sehingga tanah milik orangtuanya tersebut bisa diperjual belikan oleh salah seorang ahli waris perempuan kepada perusahaan lain.

Karena tidak pernah merasa ikut menyetujui penjulan tanah tersebut kepada pihak lain, dirinya pernah mempertanyakan langsung persoalan ini kepada perwakilan PT Gamma Grup.Namun dirinya tidak mendapat jawaban yang memuaskan, sehingga dirinya terpaksa memasang spanduk di atas tanah yang konon sudah diperjual belikan oleh salah seorang ahli waris tersebut kepada PT Gamma.

“Saya terpaksa memasang spanduk di atas tanah tersebut, untuk mempertegas jika tanah itu masih hak milik kami sebagai ahli waris, dan tidak pernah diperjual belikan kepada pihak lain, “ jelasnya.

Lilik mengaku sangat kecewa dengan sikap dari salah seorang perwakilan   PT Cemindo Gemilang yang tergabung dalam Gamma grup bernama Aan Selamat, yang sebelumnya mengaku kepada dirinya, tidak akan melakukan transaksi jual-beli tanah milik alm Jenderal Moehono yang terletak di blok Cibayawak sebelum semua pihak ahli waris rukun dan damai.

Namun kenyataanya, transaksi jual beli tersebut masih saja terjadi. Meskipun semua ahli waris dari Jenderal Moehono tidak dimintai persetujuannya, apalagi dilibatkan dalam transaksi penjualan tanah seluas 20 hektar tersebut.

“Saya merasa dibohongi oleh pak Aan, salah seorang perwakilan dari PT Gamma Grup yang mengaku tidak akan ada transaksi jual beli sebelum ada persetujnuan dari semua ahli waris, namun kenyataannya mereka tetap melakukan transaksi,” ungkapnya.

Pihaknya bersama anggota keluarga lainnya melalui pengacaranya Viktor  S Siregar SH pernah mempertanyakan penjualan tanah  ini kepada Ny Sri Mulungsih yang juga ahli waris dari alm Jenderal Moehono, namun tidak pernah digubris.

Lebih jauh Lilik berahap kepada PT Gamma Grup untuk tidak dulu menggarap lahan yang hingga kini masih dianggap dalam sengketa tersebut. Karena pihaknya bersama anggota keluarga lain melalui pengacaranya akan melakukan gugatan perdata dan pidana kepada aparat penegak hukum.

Sementara salah seorang perwakilan PT LHMM (Lebak Harapan Makmur Minning), Ir Hardjono menjelaskan, tanah yang berlokasi di Blok Cibayawak tersebut merupakan milik perusahaan PT LHMM  berdasarkan akte hibah yang telah disetujui oleh semua ahli waris, dan sudah ada surat kuasa jual kepada Sri Mulungsih dari ahli waris lainnya.Sehingga tidak orang lain berhak mencampuri urusan keluarga antara Ny Sri Mulungsih dengan lilik Muhendra.

Bahkan menurut Hardjono, tanah trersebut dibebaskan berdasarkan surat ijin pertambangan daerah eksploitasi Provinsi Jawa Barat atas nama PT Lebak Harapan Makmur, sehingga tanah tersebut bukanlah milik pribadi. “Orang lain tidak perlu ikut campur urusan jual beli tanah antara Ny Sri Mulungsih dengan PT Gamma,karena ini merupakan urusan keluarga,’ tegasnya. (ab)

                                                                                                                                  

TEKNO

ADVETORIAL

  • Ketua DPRD Provinsi Banten Sementara Asep Rahmatullah meminta agar Undang-undang No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tidak disalahgunakan pihak yang memiliki kepentingan-kepentingan tertentu, terutama pemohon secara perorangan.
    Menurutnya, permintaan informasi publik tersebut harus jelas peruntukannya.

OPINI

Ginanjar Hambali*

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh dalam sambutan pada pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, di kantor Kemdikbud, Minggu (17/08/2014) menyatakan

Beberapa tahun terakhir ini, masalah kenakalan dan kriminalitas remaja terus meningkat baik jumlah maupun kualitasnya.