Mengenal Empat Ciri-Ciri dan Sepuluh Sifat – Sifat Berita

Tentang apa itu berita, sudah dibahas pada Bab I.1. Pada sesi ini, mari kenali ciri-ciri dan sifat berita.

Apa pentingnya mengenalil ciri-ciri dan sifat berita? Jawabannya adalah dengan mengenal ciri dan sifat berita, bisa menentukan apakah sebuah kabar itu bisa diwujudkan menjadi sebuah berita sesuai kriteria jurnalistik. Atau sebuah isu diabaikan saja karena tidak memenuhi kriteria tersebut.

DEFINISI CIRI

Definisi ciri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ciri-ciri adalah 1. tanda khas yang membedakan sesuatu dari yang lain: bagaimana — anak yang hilang itu? 2. tanda pada organisme yang merupakan interaksi antargen atau antargen dan lingkungan. 3. tanda atau sifat suatu bentuk kebahasaan.

DEFINISI SIFAT

Sedangkan sifat diartikan rupa dan keadaan yang tampak pada suatu benda; tanda lahiriah: kalau menilik –nya, tentulah ini sejenis serangga; tidak tentu –nya, kadang-kadang bulat kadang-kadang bulat panjang. n peri keadaan yang menurut kodratnya ada pada sesuatu (benda, orang, dan sebagainya): salah satu — anjing adalah setia kepada tuannya. n ciri khas yang ada pada sesuatu (untuk membedakan dari yang lain): — puisi lain daripada — prosa; — perawakan anak itu sudah dicatat polisi. n dasar watak (dibawa sejak lahir); tabiat: ia tidak mempunyai — kesatria

Ciri dan Sifat Berita

CIRI BERITA

Para pakar komunikasi menyebutkan setidaknya 4 ciri berita sebagai berikut;

1. Menarik

Sebuah berita tentu saja harus menarik. Kriteria menarik harus berdasarkan ketertarikan pembaca. Ketertarikan itu bisa diidentifikasikan melalui sifat umum manusia, atau bisa juga berdasarkan hasil survey dari lembaga tertentu yang mengukur suatu kinerja sebuah media atau media secara keseluruhan.

2. Terkini

Sebuah berita tentu memuat sebuah peristiwa yang terkini atau terbaru. Jika sebuah peristiwa semisal tabrakan terjadi setahun lalu, tentu bukanlah berita yang terkini. Jika berita itu menyangkut sebuah isu, maka isu itu merupakan isu yang sedang “hangan” diperbincangkan atau disoroti masyarakat.

3. Dipercaya

Sebuah berita harus bisa dipercaya kebenaranya. Karena itu, sebelum berita itu disiarkan harus melalui sebuah proses jurnalistik, di antaranya proses konfirmasi dan validasi fakta, data dan keterangan-keterangan yang ada dalam berita tersebut. Sebuah media yang terlalu sering memuat berita tidak benar, dipastikan akan menurunkan kredibilitas atau tingkat kepercayaa pembaca yang pada akhirnya akan mengancam eksistensi media tersebut.

4. Jelas atau Clear

Sebuah berita yang disiarkan harus jelas atau clear, tidak mengandung kata-kata bersayap, rumit dan sulit dipahami oleh pembaca.

SIFAT BERITA

Begitu ciri-ciri berita. Mari cermati sifat-sifat berita yang merupakan sesuatu yang melekat dan tampak pada berita, dan merupakan ciri khas yang mudah dikenali.

Begitu banyak sifat berita yang ditulis berbagai ahli, tetapi mari dikemukakan sifat berita yang ditulis Mitchel Stpehens yang menyusun buku A History of News pada tahun 2007. Sifat berita itu adalah;

1. AKTUAL ATAU BARU

Aktual atau sesuatu yang baru merupakan ciri khas yang paling menonjol dari berita. Peristiwa pembantaian Hitler terhadap 200.000 orang yang dianggap cacat secara genetis dan gila yang terjadi pada tahun 1940-an, tentu tidak akan menarik dan menempati halaman utama media jika tidak ada peristiwa kekinian yang mengkaitkan hal tersebut. Media tentu akan memuat di halaman utama peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 10 pelajar SMA yang terjadi kemarin.

2. KEDEKATAN

Peristiwa kecelakaan yang menewaskan 10 orang di Kota Serang tentu akan dimuat di halaman satu di media cetak yang terbit di kota itu. Tetapi, berita itu mungkin hanya menempati beberapa paragraf atau alinea di media cetak yang terbit di Jakarta, Bandung atau Surabaya. Mengapa begitu? Karena ada unsur kedekatan antara pembaca di Kota serang dengan peristiwa itu. Tetapi bagi pembaca media cetak di Surabaya, unsur kedekatan itu tidak ada. Peristiwa itu terasa jauh di ujung Pulau Jawa sebelah barat.

3. PENTING

Sifat ini memang masih bisa diperdebatkan. Ada peristiwa yang penting bagi sekelompok masyarakat tertentu, tetapi tidak penting bagi kelompok masyarakat lainnya. Meski begitu, entah disadari atau tidak, kata penting itu menjadi sama persepsinya ketika menyangkut kepentingan yang lebih umum atau bersama.

Contohnya, berita soal larangan berdagang di torotoar di pusat pertokoan Royal tentu penting bagi para pelaku bisnis di Royak, Kota Serang, tetapi tidak penting bagi pedagang lain di pusat bisnis lainnya.

Cermati yang ini. Berita soal langkanya beras atau gas elpiji ukuran 3 Kg atau 12 Kg menjadi penting bagi warga Kota Serang. Warga Kota Serang masih butuh makan dan bahan makanannya adalah nasi dari beras. Maka kata penting akan disepakati dan dipersepsikan sama ketika menyagkutan kepentingan warga secara keselruhan, atau mayoritas warga.

4. BERDAMPAK

Suatu berita akan berdampak atau berpengaruh hal tertentu. Dampak itu bisa berskala kecil hanya pada kelompok tertentu atau berskala massal. Contoh dampak berskala kecil adalah rencana kenaikan harga kapur tulis. Hanya kelompok tertentu yang benar-benar menggunakan kapur tulis yang merasakan dampak berita itu. Contoh berdampak skala massal; rencana pemerintah menaikan harga listrik, bensin, gas dan sejenisnya.

5. KONFLIK

Boleh jadi ini berkaitan dengan insting dasar manusia, senang mendengarkan atau membaca berita yang berisikan konflik. Konflik antara partai peserta Pemilu, konflik antara pemerintah dengan DPR dan seterusnya.

6. SEKS

Ini juga berkaitan dengan insting dasar manusia. Orang akan tertarik secara naluriah terhadap berita yang berkaitan dengan hal itu seperti percerian, perselingkuhan dan sebagainya.

7. KETEGANGAN

Menggambarkan kondisi atau situasi yang penuh dengan “ketegangan” pada momen tertentu sangat disukai oleh pembaca, pendengar dan penonton. Misalnya, ketegangan pada saat upaya melepaskan para sandera. Contoh lainnya saat-saat pelantikan presiden.

8. KEMAJUAN

Berita tentang perkembangan teknologi, inovasi baru atau perubahan atas sebuah proses perubahan dari kondisi lingkungan yang buruk ke lingkungan yang lebih baik.

9. EMOSI

Apa yang Anda pikirkan ketika membaca berita, mendengar atau menonton berita tentang bayi yang dibuang di tempat sampah. Atau bagaimana reaksi Anda terhadap seorang kakek renta yang miskin dibuang ke sebuah pos jaga RW oleh pengelola rumah sakit karena tak mampu membayar biaya pengobatannya. Setelah dibuang, kakek renta itu meninggal. Tentu Anda marah. Itulah salah satu berita yang bersifat mengundang empati atau emosi pembacanya.

10.LUCU ATAU HUMOR

Simak berita ini; Seorang hakim berkali-kali menghentikan sidang pencurian terhadap burung beo yang berharga mahal. Burung beo itu ada dalam sangkar di persidangan sebagai barang bukti. Persidangan itu menjadi kacau ketika setiap orang – jaksa, pengacara, terdakwa atau hakim – menyebut kata bapak, ibu atau saudara, burung beo itu langsung mengucapkan kata-kata makian dan kata-kata cabul. Semula orang di persidangan hanya tertawa atau tersenyum, tetapi semakin lama hakim merasa teranggu dengan aksi burung beo tersebut. Akhirnya persidangan diistirahatkan dan diperintahkan agar burung beo disingkirkan dari ruang sidang.

Anda Bisa juga mengikuti materi jurnalistik ini berupa modul video di bawah ini.


Kembali Ke DAFTAR ISI


Apakah Artikel Ini Bermanfaat? Silakan Berikan DONASI ANDA. Klik Tombol Di Bawah Ini.
donate button