Gubernur Banten Minta Warga Tidak Panic Buying, Stok Komoditas Pangan Aman
Gubernur Banten, Andra Soni memastikan stok sejumlah komoditas pangan aman dan diminta masyarakat tidak melakukan panic buying dalam berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari.
“Stok masih aman dan Pemprov Banten terus melakukan koordinasi terkait upaya menahan laju inflasi,” kata Andra Soni, Gubernur Banten dalam siaran pers Biro Adpim Pemprov Banten yang dikutip MediaBanten.Com, Rabu (11/3/2026).
Gubernur Andra Soni menyampaikan, terdapat sejumlah komoditas pangan di pasar yang memang mengalami peningkatan permintaan di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran Idul Fitri.
Hal tersebut membutuhkan antisipasi salah satunya oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mencegah terjadinya kecurangan.
“Salah satunya adalah penimbunan dan sebagainya, kita juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait,” katanya.
Di antara antisipasi itu adalah Pemprov Banten menggelar Bazar Ramadan 1447 Hijriah di halaman Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa (10/3/2026).
Bazar Ramadan tersebut dipadati masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Bazar menyediakan sejumlah bahan pokok mulai dari minyak goreng, telur, daging, cabai, bawang, dan sejumlah komoditas yang lainnya.
Warga Curug, Asih (46) mengatakan, bazar ini membantu dirinya dalam memenuhi dan membeli sejumlah kebutuhan pangan untuk kebutuhan Ramadan. Dengan harga yang terjangkau, ia dapat membeli kebutuhan seperti minyak goreng dan telur.
“Alhamdulillah, membantu dan ini juga harganya lebih murah dari harga pasaran. Saya belanja sama tetangga yang lain untuk kebutuhan di dapur,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, harga minyak goreng yang dibelinya di Bazar Ramadan Pemprov Banten tersebut lebih murah dari biasanya. Minyak goreng ukuran 2 liter bahkan dijual seharga Rp 30 ribu.
Kepala Disperindag Provinsi Banten Iwan Hermawan menyampaikan, setidaknya ada 200 outlet yang turut berpartisipasi pada Bazar Ramadan. Terdiri dari distributor, agen maupun langsung dari tingkat produsen. Bazar digelar untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan di pasar-pasar.
“Masyarakat bisa mendapatkan harga yang jauh di bawah dari harga yang ada di pasar, kami juga telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 15 titik di wilayah Provinsi Banten ,” ujarnya. (Siaran Pers Biro Adpim Pemprov Banten)








