Ekonomi

Hingga Juni 2026, Perum Bulog Lebak – Pandeglang Serap 40.000 Ton Gabah Petani

Perum Bulog Lebak dan Pandeglang menyerap gabah petani berupa gabah kering panen (GKP) pada periode Januari hingga Juni 2026 sebanyak 40.000 ton atau 103 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun 2026 sebanyak 37.500 ton.

‎”Penyerapan gabah petani mencapai sebanyak 40.000 ton atau setara beras 20.000 ton,” kata Kepala Cabang Perum Bulog Lebak-Pandeglang, Muhammad Syaukani di Lebak, Banten, Jumat.

Perum Bulog mendapat penugasan dari pemerintah dalam pengadaan gabah dan beras untuk memperkuat cadangan pangan guna menjaga stabilitas harga pangan di pasar juga peningkatan ekonomi masyarakat.

‎Penyerapan GKP dari petani 40.000 ton tersebut melebihi target 37.500 ton, namun pengadaan gabah akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2026.

Hingga saat ini, kata dia, panen di wilayah kerjanya Lebak dan Pandeglang masih berlangsung, meski memasuki musim kemarau.

‎Di antaranya panen di wilayah selatan Lebak Pandeglang seperti Malingping, Wanasalam, Panimbang, Cikeusik, Cibaliung sebagai sentra produksi pangan.

‎”Kami terus melakukan serapan gabah sebanyak-banyaknya untuk mendukung ketersediaan beras nasional 4 juta ton,” katanya.

‎Menurut dia, penyerapan gabah petani tersebut sebagai cadangan pangan untuk memenuhi berbagai penugasan pemerintah, di antaranya Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana.

‎Selain itu penyerapan gabah dan beras ditujukan untuk meningkatkan pendapatan petani dengan harga gabah ditampung Rp6.500 per kilogram (kg).

‎Diperkirakan penyerapan GKP sebanyak 40.000 ton dengan harga Rp6.500 per kg, ditambah biaya transportasi sawah ke penggilingan juga biaya pengelolaan dapat menyumbangkan perputaran uang Rp300 miliar.

‎Dengan demikian, pihaknya terus mengoptimalkan penyerapan juga melakukan sosialisasi guna memperkuat kerja sama dengan kemitraan di antaranya gabungan kelompok tani (gapoktan), Babinsa, penyuluh pertanian, Dinas Pertanian serta Dinas Ketahanan Pangan dan pemerintah setempat.

‎”Kami melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani itu, nantinya dijadikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) untuk mendukung program bantuan yang digulirkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada akhir Juli hingga Desember 2026,” katanya. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button