Teguran Berbalas Pengeroyokan Sang Ustad

Sungguh miris, negeri mayoritas muslim tapi adab yang diajarkan di didalamnya seolah tak nampak dalam diri manusia. Belum lama ini dunia pendidikan berduka atas meninggalnya seorang guru di Sampang, Madura. Yang dipukuli muridnya sendiri, hanya karena ditegur saat belajar. Dan tanggal 11 Februari 2018, hari Minggu, dini hari tejadi pengeroyokan di depan rumah seorang ustadz bernama Abdul Basit, di Jalan Syahdan, Palmerah, Jakarta Barat. Ustadz Abdul Basit menegur sekelompok remaja yang sering kencing sembarangan, nahas Ustadz Abdul Basit harus mengalami balasan yang tidak mengenakan yaitu pengeroyokan. Akibat dari pengeroyokan itu,…

Selanjutnya

Puisi Gubuk Reyot Buat Bupati Lebak

Langit setiap hari menghitam di bumi Multatuli mengukir sejarah ini… Banyak kaum Muda nan Intelektual ber jas bermacam macam… Ada yang Merah, Kuning, Biru, Hijau dan sampe Merah Maroon pun ada … Setiap tahun bumi Saija Adinda ini selalu menghadirkan generasi penerus bangsa… Namun segala bentuk permasalahan yang ada di sebuah kota kecil sejuta kenanganpun belum dapat teratasi….   Aku melihat rakyat menjerit, merongrong buana tanpa arah… Melihat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin… Noda hitam semakin merona terlihat sejak dahulu kala ,pergantian setiap kepala tak kunjung…

Selanjutnya

Siswa Pukul Guru Hingga Tewas, Siapa yang Salah?

Kasus murid SMAN 1 yang terjadi di Torjun, Sampang, Madura dengan inisial H2F, dimana murid memukul gurunya Achmad Budi Cahyanto hingga meninggal dunia ini terjadi sebab siswa pada zaman sekarang kurang hormat terhadap guru. Padahal budaya kita yaitu menghormati orang tua dan guru. Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Berikut dari beberapa sumber : * Menurut pengamat pendidikan Achmad Muhlis, peristiwa memalukan tersebut mengindikasi telah terjadi pergeseran nilai dalam pendidikan. Menurutnya, maraknya perlawanan terhadap guru juga menjadi implikasi dari undang-undang perlindungan anak. Anak atau orang tua tidak begitu paham…

Selanjutnya

Fitrah Ibu Terberangus Sistem Sekuler

Astagfirullahadziim, di awal tahun 2018 ini kembali ditemukan beberapa kasus kematian bayi dan anak yang disebabkan oleh faktor ekonomi dan perzinahan. Ini adalah buah dari sistem sekuler yang menyuburkan pergaulan bebas, perzinahan, sikap individualistis dimana masyarakat menjadi tidak leluasa dalam mengingatkan, menegur bahkan menjaga lingkungannya dari keburukan pergaulan bebas karena memang menjadi sesuatu yang normal saja ketika ada yang hamil diluar nikah, pacaran yang kebablasan, perselingkuhan. Yang paling miris adalah pembunuhan atau mati bersama dalam keluarga karena faktor ekonomi, kehawatiran yang tinggi tidak mampu membiayai kehidupan selanjutnya, berpikiran pendek dengan…

Selanjutnya

Senyapnya PilkadaTangerang

Salah satu fenomena amat menarik dalam setiap pemilihan kepala daerah adalah adanya kontestansi “panas” tokoh-tokoh lokal. Menjual janji visi-misi sampai pada niat mengabdi. Tidak hanya itu, hajat lima tahunan kerap dijadikan arena tebar pesona. Padahal jauh sebelumnya kasak-kusuk dan blusukan hampir mustahil dilakukan. Oleh: Subandi Musbah *) Demokrasi langsung memang membutuhkan kerja-kerja kreatif. Tanpanya sang kandidat sulit untuk hanya sekedar masuk daftar list survei. Alih-alih terpilih menjadi Bupati, Ia malah menghilangkan ruh demokrasi itu sendiri. Calon kepala daerah harus mampu memahami kehendak rakyat. Mengkomunikasikannya melalui alat peraga atau publikasi luar…

Selanjutnya

Urusan Senjata Sudah Aman Jenderal?

Heboh dan hiruk pikuk di seputar  isu “penyelundupan” 5.000 senjata yang dilontarkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo untuk sementara sudah mereda. Seperti kata Presiden Jokowi  masalahnya sudah selesai. Case closed. Oleh: HERSUBENO ARIEF * Tak ada yang kehilangan muka. Itu hanya masalah “miss komunikasi.” Begitu juga dengan heboh seputar nonton bareng  (Nobar) Film G30S/PKI, bersamaan dengan berlalunya bulan September, isunya secara perlahan juga akan menghilang. Pada dua isu tersebut banyak pengamat, maupun pegiat dunia maya hanya terfokus pada Jenderal  Gatot. Kalangan yang setuju dan mendukung Gatot,  mengelu-elukan,  bahkan mendorongnya…

Selanjutnya

Digitalisasi Ekonomi dan The Future Shock

Benturan kepentingan transportasi online dengan transportasi tradisional (baca: manual) merupakan gambaran pergeseran gelombang peradaban yang mulai melanda Indonesia. Pergeseran gelombang peradaban yang menurut Alvin Toffler dalam bukunya The Future Shock sebagai pergeseran dari gelombang kedua menuju gelombang ketiga. Oleh: IMAN NUR ROSYADI Alvin Toffler, penulis dan futurolog  yang lahir di New York tahun 1928 membagi peradaban manusia menjadi tiga gelombang, yaitu gelombang pertama yang ditandai dengan penerapan tekonologi sederhana di bidang pertanian dan mulai menetapnya manusia dari kebiasaan berpindah-pindah. Gelombang kedua, bercirikan masyarakat industri yang dinilai sebagai manusia ekonomis yang…

Selanjutnya

Cilegon Tak Belajar Pada Kasus Korupsi Sebelumnya

Kiprah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin membuktikan bahwa korupsi telah menjadi penyakit yang akut. Berbekal penyadapan, KPK menunjukan taring yang tajam terhadap koruptor di kalangan eksekutif, legislatif dan bahkan yudikatif. KPK berubah menjadi malaikat maut yang menakutkan bagi pelaku kejahatan kerah putih. Jumat (22/9/2017) malam, operasi tangkap tangan (OTT) KPK kembali terjadi. Kali ini di wilayah Banten, tepatnya di Kota Cilegon. Sepuluh orang digelandang petugas KPK dengan barang bukti uang ratusan juta rupiah. Yang mengejutkan, di antara 10 orang itu terdapat Iman Aryadi, Walikota Cilegon yang telah memangku jabatan selama…

Selanjutnya