Lion Air Group Belum Hentikan Penerbangan Umroh Terkait Virus Corona

antar ke wuhan

Lion Air Group hingga Kamis (27/2/2020) belum membatalkan layanan penerbangan umroh dari Indonesia ke Saudi Arabia dengan alasan pencegahan virus corona. Pembatalan layanan itu masih menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara ibadah umroh untuk mencegah virus corona menyebar di negara tersebut. Kebijakan ini diberlakukan sejak Rabu (26/2/2020). Namun bagi warga yang sudah ada di Arab Saudi tetap diperkenan menyelesaikan ibadah umroh.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers yang diterima MediaBanten.Com mengatakan, Lion Air masih mengoperasikan layanan penerbangan umroh atau belum mengalami pembatalan.

Lion Air senantiasa berkoordinasi dengan otoritas penerbangan setempat di Arab Saudi (kota tujuan) serta akan terus mengumpulkan data dan berbagai keterangan.

Operasional Lion Air di Arab Saudi meliputi Madinah – Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (MED) dan Jeddah – Bandar Udara Internasional King Abdulaziz (JED).

Baca:

Pemberitahuan Lanjut

Lion Air akan menyampaikan pemberitahuan kepada para tamu jamaah dan mitra sesuai perkembangan lebih lanjut.

Lion Air mengoperasikan rata-rata 4-5 kali penerbangan umroh per hari dari Indonesia, dengan kota asal melalui bandar udara sebagai berikut:

  1. Banda Aceh – Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh (BTJ).
  2. Medan – Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO).
  3. Pekanbaru – Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Riau (PKU).
  4. Batam – Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batu Besar, Kepulauan Riau (BTH).
  5. Palembang – Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Talang Betutu, Sukarami, Sumatera Selatan (PLM).
  6. Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten (CGK).
  7. Solo – Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, Jawa Tengah (SOC).
  8. Surabaya – Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB).
  9. Banjarmasin – Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (BDJ).
  10. Balikpapan – Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur (BPN).
  11. Makassar – Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan (UPG).
  12. Mataram – Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat (LOP).

Lion Air dalam menjalankan operasional sesuai dengan standar operasional prosedur yang memenuhi kualifikasi aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first). (Siaran Pers Humas Lion Air Group / IN Rosyadi)

Berita Terkait