Lingkungan

Pemkab Tangerang Percepat Pelebaran Drainase dan Normalisasi Kali Teluk Jakarta

Pemerintah Kabupaten Tangerang mempercepat upaya pelebaran drainase atau saluran air hingga pemasangan turap penahan untuk normalisasi aliran Kali Teluk Jakarta di kawasan permukiman Cipangodokan, Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, untuk mitigasi bencana banjir.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa langkah normalisasi aliran Kali Teluk Jakarta ini dilakukan sebagai mitigasi bencana banjir menjelang masuknya masa transisi musim hujan yang diprediksi terjadi pada November 2026.

“Tahun lalu wilayah ini terdampak banjir karena bagian hulu belum dinormalisasi. Setelah kita lakukan normalisasi, tahun ini dilanjutkan dengan pemasangan sheet pile (turap penahan) serta pelebaran saluran penampung air,” ujar Maesyal usai meninjau lokasi Kali Teluk Jakarta di Tangerang, Senin.

Ia menjelaskan, penataan aliran air di kawasan Cipangodokan mencakup pelebaran drainase dari sebelumnya hanya 2,5 meter menjadi 10 meter, disertai penguatan struktur turap.

“Untuk pemasangan sheet pile juga difokuskan di area bawah terowongan untuk memastikan kelancaran arus air serta mencegah abrasi tanah dan tumpukan sampah,” katanya.

Menurut dia, tahapan mitigasi kebencanaan banjir di Kabupaten Tangerang menerapkan skala prioritas, khususnya pada kawasan padat penduduk yang kerap menjadi langganan genangan air.

Pasalnya, lanjut Maesyal, selain di Kecamatan Pasar Kemis, terdapat upaya normalisasi kali di beberapa titik yang menjadi fokus utama seperti di kawasan Binong tepatnya aliran Kali Sabi, hingga wilayah Sukadiri.

“Kami langsung cek lokasi untuk merumuskan langkah penanganan. Skema penanganan awal akan kita dorong pada perubahan anggaran, dan optimalisasinya ditargetkan masuk dalam anggaran 2027,” ujarnya.

Sementara itu, kata dia, untuk penanganan sungai skala besar seperti Sungai Cimanceri, Pemkab Tangerang terus meningkatkan sinergi lintas instansi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemerintah Provinsi Banten, serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Kalau Cimanceri kita sudah koordinasi dengan pihak BWS dan Kementerian PU termasuk provinsi, sudah ada penanganan bersama dengan mereka,” kata dia.

Kepala Seksi Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Pery Ramdani menjelaskan salah satu fokus pekerjaan fisik di lokasi Cipangodokan mencakup pemasangan sheet pile sepanjang 46 meter di dua sisi aliran.

Pemasangan struktur penahan tersebut diikuti dengan pembongkaran hambatan aliran air guna memperlancar debit menuju perumahan sekitar, termasuk penanganan genangan di sekitar Teluk Jakarta dan Perumahan Kutabumi.

“Aliran yang tadinya memiliki lebar terbatas kini kita perlebar hingga 10 meter dan kita turap. Buis beton yang mengganggu aliran air juga diangkat agar debit air Sungai Cipangodokan mengalir lancar,” katanya.

Pery mengatakan, untuk pengalokasian anggaran normalisasi aliran kali ini digelontorkan sebesar Rp50 miliar untuk penanganan kebencanaan banjir di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang disesuaikan dengan tingkat kepadatan penduduk dan besarnya dampak kerugian sosial-ekonomi di lapangan.

“Yang prioritas itu tentu wilayah-wilayah yang masuk kategori perkotaan, di mana penduduknya sangat padat dan dampaknya sangat luar biasa. Contohnya Pasar Kemis, Kelapa Dua, dan Pagedangan. Jadi dampaknya besar dan penduduknya padat itu jadi prioritas kita,” kata dia. (Pewarta : Azmi Syamsul Ma’arif – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button