Kapolres Cilegon Kerahkan Tim Kesehatan Bantu Warga Ciwandan Tergenang Banjir
Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengerahkan personel dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) dan Binmas Polres Cilegon untuk membantu warga yang rumahnya tergenang banjir di Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Sabtu (3/1/2026) siang.
Genangan air setinggi 70 cm sampai 200 cm, terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, pada Jumat (2/1/2026) siang hingga malam.
Tim Dokkes Polres Cilegon diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga yang tergenang banjir.
Selain untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, Tim Dokkes Polres Cilegon, juga akan membagikan vitamin guna menjaga daya tahan tubuh masyarakat di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Kapolres Cilegon, AKBP Martua Silitonga mengatakan, kehadiran personel Dokkes dan Binmas, merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama agar warga tidak mengalami gangguan kesehatan lebih lanjut.
“Polri hadir untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga. Kami menurunkan tim Dokkes dan Binmas untuk melakukan pemeriksaan serta memberikan obat dan vitamin kepada masyarakat yang terdampak banjir,” ujar Martua Silitonga, Sabtu (3/1/2026).
Dari pantauan, rumah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Lingkungan Komplek Sinyar Rt 014 Rw 07, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, pada Sabtu (3/1/2026) siang, masih terendam banjir.
Sebelumnya, pada Jumat (2/1/2026) siang, hujan lebat mengguyur wilayah Kota Cilegon, mengakibatkan lima wilayah kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Ciwandan, Cibeber, Cilegon, Grogol, dan Pulomerak.
Untung SR, selaku Ketua Rt 014 Rw 07, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan yang rumahnya ikut terendam air setinggi 2 meter menjelaskan, air mulai menggenangi rumah warga, pada Jumat (2/1/2026) siang, pukul 15.00 WIB.
“Waktu kemarin hujan, saya posisi lagi di Jakarta. Sekitar jam 3 siang anak saya telpon, katanya air sudah mulai masuk di lantai teras rumah,” ujar Untung.
Menurut Untung, ketinggian air mulai terjadi pada sore sekitar pukul 17.00 WIB. Ketinggian air saat itu sudah setinggi lutut orang dewasa.
“Malam hari sekitar pukul 21.00, air mulai naik sampai sekitar 1,5 meter. Buku-buku pelajaran di tempat kegiatan belajar masyarakat, tidak ada yang tersisa. Termasuk computer, rusak terendam banjir,” terangnya.
“Lokasi kami ini langganan banjir setiap musim penghujan. Kami membutuhkan mesin untuk penyedot air,” sambung Untung, selaku Ketua Rt di Lingkungan Komplek Sinyar Rt 014 Rw 07, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan. (Penulis : Daeng Yusvin – LKBN Antara)










