PUPR Kota Tangerang Tetapi Status Awas Banjir Soal Muka Air Sungai Semakin Tinggi
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Banten menetapkan status ”awas” atau ”merah” terkait ketinggian muka air sungai dan saluran air di sejumlah wilayah yang berpotensi banjir.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni di Tangerang, Jumat, mengatakan penetapan status ini sebagai peringatan dini kepada masyarakat untuk siaga menghadapi potensi banjir.
”Kami telah melakukan pemantauan sekaligus memberikan peringatan dini kepada semua masyarakat untuk bersiaga menghadapi banjir di tengah curah hujan yang masih tinggi,” kata dia.
Dinas PUPR Kota Tangerang menyebutkan telah adanya peningkatan ketinggian muka air sungai dan saluran air pascahujan lebat tadi malam. Misalnya saja sejumlah titik sudah melimpah seperti di Jembatan Alamanda Periuk, Taman Cibodas, Puri Kartika Ciledug, dan sebagainya.
Pemkot Tangerang akan terus melakukan pemantauan berkala sebagai langkah cepat memperkuat mitigasi banjir di tengah curah hujan tinggi yang akan melanda wilayah Kota Tangerang sampai beberapa hari mendatang.
”Kami berharap ketinggian muka air sungai dan saluran air ini berangsur surut seiring dengan berhentinya hujan sejak pagi ini. Namun, kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi meningkatkan aksi mitigasi banjir dengan melakukan pemantauan melalui aplikasi Si Pantau secara berkala,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Tangerang sejak Kamis (19/2/26) malam hingga Jumat (20/2/26) pagi mengakibatkan genangan di sejumlah titik serta kejadian pohon tumbang.
Air mulai menggenang sejak sekitar pukul 03.00 WIB akibat meningkatnya debit air kali atau sungai yang meluap ke jalan dan permukiman warga.
“Ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 50 sentimeter, berdampak pada akses jalan umum, kawasan permukiman, hingga kawasan industri,” ungkap Mahdiar.
Delapan kecamatan yang terdampak meliputi Jatiuwung, Cibodas, Cipondoh, Periuk, Ciledug, Larangan, Karang Tengah, dan Benda. Selain genangan, terdapat kejadian pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan dan menimpa bangunan warga.
Petugas gabungan yang terdiri atas BPBD, Damkar, OPD terkait, aparat kewilayahan, serta relawan langsung melakukan asesmen dan penanganan di lokasi.
“Langkah yang dilakukan meliputi monitoring lapangan, koordinasi lintas instansi, penyedotan genangan di fasilitas umum, pengerahan personel dan perahu evakuasi, bantuan mobilisasi warga, hingga evakuasi dan pemotongan pohon tumbang yang membahayakan,” kata Mahdiar. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)









