Harga Biji Cokelat di Lebak Naik Menjadi Rp70.000 Per Kg Selama Musim Kemarau
Harga biji cokelat atau kakao selama musim kemarau di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp40 ribu kini menjadi Rp70 ribu per kilogram (kg).
”Kita sepekan hanya menampung kakao dari petani yang menjual ke sini rata-rata 100 kg,” kata seorang pedagang komoditas hasil perkebunan Asen di Pasar Baru Rangkasbitung, Lebak, Minggu.
Selama lima bulan mengalami kemarau, ia mengatakan harga biji cokelat atau kakao mengalami kenaikan di berbagai daerah meskipun di Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang belum memasuki panen.
Mereka, menurut Asen, petani yang menjual coklat kering ke sini adalah hasil panen tahun lalu dengan kisaran relatif kecil.
”Paling banter petani menjual kakao sekitar 20 kg dengan harga Rp 70 ribu per kg, sehingga menghasilkan pendapatan Rp1,4 juta,” katanya menjelaskan.
Saleh, petani Warunggunung Kabupaten Lebak mengaku dirinya menjual kakao sebanyak 10 kg dari sisa panen Februari 2026 lalu.
Ia mengatakan memiliki 50 batang pohon dan jika panen bisa menghasilkan sekitar 50 kg.
”Kami sekarang musim kemarau sekitar 5 bulan belum kembali panen dan biasanya panen setahun dua kali musim,” katanya menjelaskan.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengatakan pihaknya mendorong petani agar terus mengembangkan perkebunan kakao guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
”Kami berharap ke depannya, Lebak menjadi sentra kakao, karena didukung lahan yang luas,” katanya menjelaskan. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)



