KMP Batu Mandi Terbalik Pasca Kebakaran, Akan Segera Dievakuasi
Kepolisian Daerah (Polda) Banten berkoordinasi bersama PT ASDP Indonesia Ferry untuk segera melakukan evakuasi terhadap Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi yang terbalik di jalur pelayaran Pelabuhan Merak, Cilegon setelah mengalami kebakaran hebat pada Selasa (20/10).
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea melalui keterangan resmi diterima di Tangerang, Kamis mengatakan bahwa peristiwa terbaliknya KM Batumandi terjadi pada Rabu (21/10) sekitar pukul 21.00 WIB.
Kapal pengangkut penumpang ini diduga terbalik akibat ketidakstabilan badan kapal pascapemadaman api.
“Sekitar pukul 21.00 WIB, posisi buritan kapal terlihat semakin tenggelam hingga kapal miring ke arah kiri dan akhirnya terbalik. Lokasi kejadian berada pada koordinat 5° 56′ 620″ LS – 105° 59′ 548″ BT,” jelasnya.
Ia menerangkan, ketika insiden tersebut terjadi, kapal patroli polisi KP. XXIII-2013 sedang melaksanakan pengamanan di sekitar lokasi kejadian perairan Merak.
Maruli bilang, tim penyidik sebelum insiden terbaliknya kapal belum sempat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Suhu badan kapal serta partikel di dalamnya masih cukup panas. Jika olah TKP dipaksakan, tentu berpotensi membahayakan keselamatan para petugas,” paparnya.
Guna mengantisipasi dampak insiden ini terhadap lalu lintas laut, Polda Banten bergerak cepat berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) Merak untuk memitigasi potensi gangguan pada alur pelayaran di sekitar Pelabuhan Merak.
Selain itu, pihak kepolisian juga menggandeng PT ASDP Indonesia Ferry dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat untuk merencanakan proses pengapungan kembali (refloating) KMP Batumandi guna mendukung kelancaran penyelidikan lebih lanjut.
Terkait upaya pengungkapan penyebab awal kebakaran hingga terbaliknya kapal, Polda Banten telah meminta keterangan dari sejumah saksi mata.
“Polda Banten telah meminta keterangan dari sejumlah penumpang kapal serta para sopir yang berada di KMP Batu Mandi guna kepentingan penyelidikan,” pungkas Maruli. (Pewarta : Azmi Syamsul Ma’arif – LKBN Antara)








