Hukum

Biro SDM Polda Jabar Gelar Pelatihan Budidaya Uwi Ungu Dukung Ketahanan Pangan

Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Setelah sukses dengan komoditas jagung, kini Biro SDM menyelenggarakan pelatihan budidaya uwi (ubi) ungu (Dioscorea alata) bagi para Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus).

Langkah inovatif ini diproyeksikan sebagai penggerak utama dalam pengembangan komoditas pangan baru yang berkelanjutan.

Program ini tidak hanya bertujuan memperkuat kedaulatan pangan baru, tetapi juga menciptakan peluang komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat dan personel kepolisian.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Biro SDM Polda Jabar, Jumat 30 Januari 2026 ini menghadirkan para pakar dari Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia sebagai narasumber utama.

Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara institusi Polri dengan elemen masyarakat dalam membangun kemandirian bangsa dari sektor pertanian lokal.

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Rafly Samad dalam sambutannya menekankan pentingnya diversifikasi pangan.

Garda Terdepan

Dia menyatakan bahwa Polri harus menjadi garda terdepan dalam memberi contoh nyata kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan dan komoditas alternatif.

“Kami ingin Polri menjadi pelopor dalam mengangkat kembali pangan lokal. Uwi ungu bukan sekadar umbi-umbian biasa, tetapi merupakan pangan fungsional yang kaya akan karbohidrat, protein, dan antosianin sebagai antioksidan,” ujar Kombes Pol Rafly Samad di sela-sela acara.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Ketua Umum PCTA Indonesia I Dewa Nyoman S Hartana, serta Ketua DPD PCTA Indonesia Provinsi Jawa Barat, Benny J Silaban. Kehadiran para pimpinan ini mempertegas keseriusan program dalam mencetak personel yang memiliki keahlian di bidang pertanian.

Dalam pemaparan, Benny J Silaban menjelaskan secara detail teknik pembibitan Uwi Ungu yang efektif. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan budidaya dimulai dari pemilihan umbi yang sehat dan bebas penyakit, serta proses pengolahan bibit yang teliti melalui pemotongan mata tunas.

“Potongan umbi harus dipastikan memiliki minimal satu mata tunas. Proses pengeringan atau diangin-anginkan selama beberapa hari sangat krusial untuk mengurangi kadar air agar bibit tidak cepat membusuk saat disemai di media sekam bakar,” jelas Benny J Silaban saat memaparkan teknik pembibitan.

Metode penyemaian yang diajarkan tergolong praktis namun saintifik, yakni menggunakan styrofoam box dengan media sekam bakar yang telah diuap. Teknik ini dirancang agar mudah direplikasi oleh para anggota Polri maupun kelompok tani binaan di wilayah masing-masing setelah tunas dan akar muncul.

Selain aspek teknis, pelatihan ini juga membedah manfaat luas dari budidaya Uwi Ungu. Diantaranya adalah menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani, menyediakan pasokan gizi berkualitas bagi masyarakat, serta mengurangi ketergantungan nasional terhadap tanaman pangan utama seperti beras atau terigu.

Sebagai langkah konkret pasca-pelatihan, Biro SDM Polda Jabar telah menyiapkan lahan seluas 2 hektar di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

Rafly Samad memberikan instruksi tegas kepada seluruh peserta untuk menerapkan ilmu yang didapat secara konsisten. Ia berharap proyek di Cikalong Wetan dapat menjadi percontohan (pilot project) yang sukses bagi daerah lain di Jawa Barat.

“Saya menekankan keseriusan seluruh pihak, terutama kelompok tani dan para pembina, untuk benar-benar mengawal penanaman di lahan 2 hektar tersebut. Ini adalah bakti kita untuk negeri dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” pungkas Rafly Samad. (Yono)

Yono

Back to top button