Hasil Diskusi Sambil Ngopi Forum Seniman Banten

Oleh: Jazuli Abdillah *) Diskusiin apa? Macam-macam, meski umumnya seputar masalah kesenian dan kebudayaan di Banten yang meniscayakan paradigma baru untuk memajukan kerja kebudayaan, semisal melek politik dan khazanah kekinian sehingga para seniman tidak tercerabut dari konteks sosial politik tempat mereka berkesenian dan berkebudayaan. Demikian ungkap pemantik diskusi santai itu, Jazuli Abdillah, seorang pengajar yang kebetulan aktivis dan staf khusus Gubernur Banten. Diskusi sembari ngopi dan “ngudud” (merokok) itu dipandu Peri Sandi Huizche, seniman yang dikenal sebagai pegiat teater dari komunitas Laboratorium Banten Girang. Yah, bertempat di pelataran Padepokan Kupi…

Selanjutnya

Meninjau Colocation Server (Bukan) Untuk Banten Satu Data

Ditulis Oleh: IMAN NUR ROSYADI *) Colocation server adalah salah satu layanan dari perusahan pengelola data center, yaitu layanan penitipan server. Perusahaan pengelola data center menyediakan keamanan fisik (bukan keamanan data), kesetabilan listrik, flooring, UPS, power generator, air temperature control, kestabilan akses internet, CCTV dan personel keamanan fisik. Biasanya colocation server mencantumkan fitur layanan dalam penawarannya. Layanannya antara lain case (casing) yang biasanya ukuran rack untuk server yang disimbolkan dengan U1, U2, U3, U4 hingga Tower dan racknya. Power atau daya listrik dalam satuan watt dan umumnya mulai dari 400…

Selanjutnya

Menyoal Command Center Provinsi Untuk Banten Satu Data

Ditulis Oleh: IMAN NUR ROSYADI *) Command Center (pusat perintah atau komando) menjadi tren di lingkungan pemerintah daerah (Pemda) dalam beberapa tahun terakhir. Setidaknya, tren ini terlihat dari beramai-ramainya Pemda, terutama pemerintah kabupaten dan kota membuat command center sebagai wujud kesungguhan dan bagian dari E-Government atau pemerintahan elektronik alias digital. Secara umum, Command Center adalah sebuah lokasi yang lengkap dengan infrastruktur yang diperlukan, pengambil kebijakan berserta tim melakukan meeting, mengambil keputusan menugaskan, mengkoordinasi, memonitor dan mengontrol seluruh tindakan yang diperlukan sebagai respon cepat terhadap krisis yang dihadapi yang meliputi tindakan…

Selanjutnya

Kesiapan Tanggap Bencana, Prediksi Gempa dan Bencana di Provinsi Banten

Ditulis Oleh: ZAID ELHABIB. Negeri kita tercinta Indonesia adalah negara kepulauan yang secara geografis, geologis sangat rawan bencana alam. Data BNPB sejak tahun 2010 terjadi empat kali bencana setiap hari di Indonesia atau lebih dari 1400 kali bencana pertahun. Angka ini menunjukkan bahwa tidak ada hari tanpa bencana di Indonesia. Gempa, tsunami, hujan, banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi dan semua bencana lain tidak ada yang dapat diperkirakan secara tepat, baik waktu terjadi, skala frekuensi dan intensitasnya. Bencanapun bisa terjadi dan datang serba mendadak. Kadang hanya dalam hitungan menit. Namun…

Selanjutnya

Membicarakan Big Data Dalam Banten Satu Data

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy membicarakan Big Data dalam penutupan Forum Komunikasi Mitra Praja Utama (FK-MPU) di Bandarlampung, belum lama ini. Tentu saja, pidato penutupan ini menarik perhatian dan mencengangkan bagi pemerhati Information and Comunication Technologi (ICT) alias Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Mengapa mencengangkan? Sebab Banten berada posisi menengah dalam Index Pembangunan (IP) TIK bersama 11 provinsi lainnya di Indonesia dengan nilai 5 berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS). IP TIK tertinggi hanya ada di satu daerah, yaitu DKI Jakarta dengan nilai 9,2. Dan, 20 provinsi lainnya ber-IP TIK bernilai…

Selanjutnya

Dari Intranet (Bukan Internet) Hingga Command Center Banten Satu Data

Mungkinkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memiliki jaringan intranet (bukan internet) untuk mewujudkan Banten Satu Data? Untuk menjawabnya, mari cermati soal intranet, internet dan jaringan yang dibutuhkan agar pemerintah tidak perlu menyewa bandhwith begitu besar yang memboroskan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) setiap tahunnya. Intranet hampir mirip dengan internet, sama-sama menggunakan protol Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Perbedaanya adalah intranet digunakan untuk lingkungan sendiri. Jika di perusahaan, intranet digunakan antara perusahaan dengan para karyawannya untuk berbagai kebutuhan internal. Jika di lembaga pemerintah, intranet digunakan untuk kepentingan aparatur sipil negara (ASN) untuk…

Selanjutnya

Plesetan Ruang Server Jadi Data Center Untuk Banten Satu Data

Tidak salah jika data center itu didefinisikan secara sederha, yaitu sebagai pusat data. Artinya, ada sebuah tempat yang menjadi pusat dikumpulkannya data-data. Bisa jadi, tempat itu ada komputer yang berkapasitas besar untuk memroses data-data tersebut. Komputer besar itu kemudian diakses oleh komputer-komputer lainnya untuk menyimpan maupun mengambil data tersebut. Hubungan antara komputer itu disebut jaringan (network). Komputer berskala tertentu itu sering disebut server. Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan (service) tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, dilengkapi…

Selanjutnya

Mewujudkan Banten Satu Data Untuk E-Government

E-Government adalah ibarat wanita cantik yang berada di menara gading. Semuanya orang membicarakan kecantikan dan kecerdasannya, tetapi tidak bisa atau tidak mau menyentuh wanita tersebut. Penyebabnya ada yang minder, dan ada yang khawatir terganggunya “zona nyaman” yang selama ini dinikmati dan berbagai alasan lainnya. Begitulah E-Government atau pemerintahan elektronik atau digital. Hampir semua aparatur sipil negara (ASN) di negeri ini mengamini penggunaan teknologi dan informasi akan menjadikan pemerintah yang bersih, efisien dan efektif dalam melayani kebutuhan diri sendiri (internal pemerintah) dan melayani warganya. Penerapan teknologi dan informasi itu diyakini memudahkan…

Selanjutnya

Senyapnya PilkadaTangerang

Salah satu fenomena amat menarik dalam setiap pemilihan kepala daerah adalah adanya kontestansi “panas” tokoh-tokoh lokal. Menjual janji visi-misi sampai pada niat mengabdi. Tidak hanya itu, hajat lima tahunan kerap dijadikan arena tebar pesona. Padahal jauh sebelumnya kasak-kusuk dan blusukan hampir mustahil dilakukan. Oleh: Subandi Musbah *) Demokrasi langsung memang membutuhkan kerja-kerja kreatif. Tanpanya sang kandidat sulit untuk hanya sekedar masuk daftar list survei. Alih-alih terpilih menjadi Bupati, Ia malah menghilangkan ruh demokrasi itu sendiri. Calon kepala daerah harus mampu memahami kehendak rakyat. Mengkomunikasikannya melalui alat peraga atau publikasi luar…

Selanjutnya