FKUB Kota Serang Gelar Peringatan Isra Mi’raj Dihadiri Lintas Agama
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan konsep yang berbeda. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang refleksi spiritual umat Islam, tetapi juga wadah silaturahmi lintas agama.
Acara berlangsung di Joglo Waladun Sholeh Kebun Kebangsaan, Walantaka, Kota Serang, Rabu, 14 Januari 2026.
Mengusung tema “Hari Spiritual dan Teknologi Dunia, Membangun Keharmonisan Umat dalam Mewujudkan Pembangunan Ramah Lingkungan”, FKUB Kota Serang menegaskan komitmennya menjaga toleransi di tengah perkembangan zaman.
Tema ini dinilai relevan dengan tantangan global yang menuntut keseimbangan antara iman, ilmu pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana kemudian khidmat saat ayat suci Al-Qur’an dikumandangkan oleh santri Pondok Pesantren Al-Fathaniyah dan ditutup dengan doa lintas agama untuk bangsa terkait bencana yang sedang terjadi. Hadir dalam kegiatan ini tokoh agama lintas iman, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi dalam sambutannya menjelaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa spiritual yang sarat makna.
Ia menyebut peringatan Isra Mi’raj sebagai bagian dari budaya umat Islam untuk mengambil hikmah perjalanan Rasulullah SAW.
Menurutnya, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha mengandung pesan besar tentang keimanan dan ilmu pengetahuan.
KH Matin menekankan bahwa Isra Mi’raj tidak hanya berbicara tentang hal gaib, tetapi juga membuka cakrawala berpikir manusia. Ia mencontohkan perjalanan yang secara logika manusia terasa mustahil, namun kini dapat dipahami melalui perkembangan teknologi.
“Ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya rasa syukur sebagai bangsa Indonesia yang hidup dalam keberagaman.
Menurutnya, perbedaan suku, bahasa, budaya, dan keyakinan merupakan kekayaan yang harus dijaga.
KH Matin mengingatkan agar kebebasan berekspresi tidak melampaui batas adab dan hak orang lain. “Adab adalah pembeda utama manusia dengan makhluk lain,” katanya.
Sementara itu, Asisten Daerah I Kota Serang, Subagyo yang mewakili Wakil Wali Kota Serang, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota Serang dan Wakil Wali Kota Serang.
Ia menjelaskan bahwa pimpinan daerah tengah fokus menangani persoalan banjir di wilayah Banten, khususnya Kota Serang.
Subagyo mengapresiasi FKUB Kota Serang yang untuk pertama kalinya menggelar peringatan Isra Mi’raj dengan melibatkan lintas agama. Ia menilai kegiatan ini sebagai simbol kuat kerukunan dan kebersamaan.
“Harmoni seperti inilah yang kita butuhkan untuk mewujudkan Kota Serang Madani, kota yang maju, bahagia, dan sejahtera warganya,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil hikmah Isra Mi’raj sebagai momentum doa bersama. Doa tersebut ditujukan bagi keselamatan masyarakat, khususnya di tengah musibah banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kota Serang. Pemerintah daerah, kata Subagyo, terus mengupayakan penanganan banjir melalui normalisasi dan revitalisasi saluran air.
Dalam sambutan tertulis Wakil Wali Kota Serang yang dibacakan Subagyo, ditegaskan bahwa Isra Mi’raj mengajarkan keseimbangan antara kemajuan lahiriah dan kedalaman spiritual. Nilai keimanan, toleransi, dan kepedulian lingkungan harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi.
Pemerintah Kota Serang menilai FKUB memiliki peran strategis sebagai jembatan dialog antarumat beragama. Kehadiran tokoh lintas agama dalam acara ini menjadi bukti bahwa Kota Serang menjunjung tinggi toleransi dan hidup berdampingan secara damai.
“Pembangunan yang dicita-citakan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berakhlak dan berkesadaran lingkungan,” tuturnya.
Kendati demikian, Penceramah Kondang sekaligus Ketua Umum Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten, KH Muhammad Munawar Halili, menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj adalah bukti kekuasaan Allah SWT yang melampaui logika manusia.
Ia menyas menyebut kebersamaan lintas agama dalam peringatan ini sebagai peristiwa luar biasa. Menurutnya, kerukunan seperti ini adalah fondasi penting bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
KH Munawar berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ia menilai perbedaan bukan sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. “Indonesia adalah surga kecil di dunia karena keberagamannya,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri Jajaran FKUB Kota Serang, Asda 1 Pemkot Serang, Kepala Kesbangpol Kota Serang, Camat Walantaka, Lurah Tegalsari, Kepala Kemenag Kota Serang, Tokoh Pemuka Lintas Agama, GUSDURian Serang Raya, Polresta Serang Kota, Kodim 0602 Serang, Kejaksaan Negeri Serang, PCNU Kota Serang, Kapolsek Walantaka, serta perwakilan Majelis Pesantren Salafiyah Kabupaten Lebak.
Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, FKUB Kota Serang kembali menegaskan pesan bahwa harmoni, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan adalah kunci membangun masa depan Kota Serang yang damai dan berkelanjutan. (Pengirim: Taufik Hidayat)








