Gojek Indonesia Siap Ekspansi Ke ASEAN, Sediakan Dana 500 Juta Dollar AS

Foto: Istimewa

Gojek, platform transportasi online berasal dari Indonesia siap melebarkan usaha ke negara-negara ASEAN. Manajemen menyiapkan investasi tidak kurang dari USD500 juta .

Rencananya Gojek tidak hanya menyediakan layanan ojek dan mobil online, tetapi menyediakan semuala layanan yang selama ini dilakukan di Indonesia. Layanan itu adalah GoFood (pesan makanan), kurir antar barang, tiket, layanan kecantikan, bioskop dan sebagainya.

Menurut Bloomberg, Kamis (25/5/2018), ekspansi Gojek ini manargetkan Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina. Manajemen Gojek telah menyusun jadwal, kehadiran aplikasi ini ditargetkan tersedia pada beberapa bulan ke depan pada tahun 2018 ini.

“Konsumen akan sangat senang ketika mereka punya pilihan transportasi lainnya dan saat ini orang-orang di Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina tidak merasa cukup dengan moda tansportasi yang ada. Kami berharap begitu kami tiba di pasar yang baru, kami akan dengan cepat menjadi aplikasi yang diterima semua orang,” ungkap Nadiem Makarim, Chief Executive Officer  PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia).

Ekspansi bisnis Go-Jek ke sejumlah negara ini tak lain sebagai langkah menjegal pesaing utamanya, Grab. Terlebih aplikasi Uber sudah menyerah bermain di pasar ASEAN dan belum lama ini menjual bisnisnya ke Grab.

Baca: KNPI Banten Terapkan Penyaluran Dana Bantuan OKP Secara Non Tunai

Google dan Temasek

Sebelummya, Gojek Indonesia, Perusahaan penyedia transportasi berbasis aplikasi ini mengantongi dana segar dari Alphabet, induk perusahaan Google dan beberapa rekan senilai US$1,2 miliar atau setara dengan Rp16 triliun (dengan asumsi kurs US$1 = Rp13.300).

Selain Google, investor asal Singapura, Temasek Holdings, KKR & Co, Warburg Pincus LLC dan platform online China Meituan-Dianping pun akan berpartisipasi dalam suntikan dana tersebut. Kabarnya rencana pendanaan ini sudah dibuka sejak tahun lalu dan diproyeksikan akan rampung dalam beberapa pekan.

Dengan pendanaan raksasa dari Google, Gojek akan memiliki ruang lebih dalam persaingan industri yang sama dengan Grab dan Uber. Pasalnya, untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk terbanyak menjadi pasar yang sangat potensial. “Sebagai investor strategis, Google bisa menambah banyak bisnis Gojek,” ujar sumber yang dikutip dari Reuters.

Gojek muncul sebagai aplikasi transportasi online yang menghubungkan ojek motor dengan pelanggan. Sejalannya waktu, GoJek mengembangkan bisnis mereka hingga ke alat pembayaran mobile, GoPay. Reuters melaporkan tahun lalu, JD.com Inc menginvestasikan sekitar US$100 juta di Gojek. Adapun, Tencent Holdings Ltd, media sosial Tiongkok dan perusahaan hiburan online pun investasi di GoJek.

Mengawali layanan sebagai penyedia ojek daring, Gojek kini juga menyediakan layanan mobil dan taksi hingga pemesanan makanan online. Sejak berdiri pada tahun 2011, Gojek kini kian aktif mendorong pertumbuhan pengguna pembayaran nontunai Gopay pada layanannya. (Dari berbagai sumber / IN Rosyadi)

Berita Terkait