KNPI Banten Terapkan Penyaluran Dana Bantuan OKP Secara Non Tunai

Featured Video Play Icon

Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Banten menerapkan penyaluran dana bantuan organisasi kepemudaan (OKP) secara non tunai berkerja sama dengan Bank Banten.

Demikian dikemukakan Moh Rano AlFath, Ketua DPD KNPI Banten saat berbuka puasa bersama di RM Lubana Sengkol di Tangerang, Selasa (22/5/2018). “Penyaluran dana bantuan buat OKP itu ada pertanggungjawabannya, karena dana itu berasal dari dana hibah yang diperoleh. Dan itu bisa berakibat hukum,” kata Rano.

Rano Alfath menjelaskan, DPD KNPI Banten “berjuang” untuk mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov Banten) untuk tahun 2018 bukan keinginan untuk kebutuhan KNPI sendiri, tetapi untuk kepentingan OKP-OKP yang tergabung pada DPD KNPI Banten. “Dengan adanya dana hibah ini, OKP bisa berkegiatan lagi, setidaknya untuk kegiatan yang bersifat standar organisasi,” katanya.

Sebab dana hibah Rp2 miliar dari Pemprov Banten tahun 2018 ini, lebih 50 persen dialokasi untuk dana bantuan OKP. “KNPI ini hanya wadah untuk bernaungnya OKP-OKP. Karena itu, dana hibah itu lebih besar digunakan buat dana bantuan OKP. Tidak ada gunanya KNPI jika tidak ada OKP yang bernaung. Memang begitu undang-undang dan peraturan yang berkaitan dengan KNPI,” katanya.

Baca: Ibnu Nurul Ibadurrachman Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua Kadin Kota Serang

Rano Alfath berkeinginan DPD KNPI Banten diperlakukan sama dengan organisasi semodel Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), yaitu lembaga tempat berhimpunnya berbagai organisasi cabang olahraga. Penyaluran dana untuk cabang olahraga itu diberikan melalui KONI. “Kami ingin KNPI juga dijadikan hal seperti itu. Bantuan untuk kegiatan kepemudaan disalurkan melalui KNPI untuk diteruskan kepada OKP-OKP,” ucapnya.

Ketua DPD KNPI yang juga anggota DPRD Banten ini menjelaskan, kerja sama dengan Bank Banten diharapkan tidak hanya terkait penyaluran dana hibah dan dana bantuan OKP. Harapan lainnya adalah Bank Banten bisa mengakomodir kegiatan ekonomi yang ada di OKP-OKP. Sebagian besar OKP itu umumya memiliki bisnis dengan skala usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Banyak sekali ide dan rancangan dari UMKM yang berada di OKP-OKP itu. Namun kembali pada persoalan klasik, yaitu ketersediaan modal dan kepercayaan menjadi kendala dalam mewujudkan bisnis di OKP-OKP ini. Dan kepercayaan itu sulit dan mahal, gak mudah,” ujarnya. Karena itu, DPD KNPI Banten bisa bersinergi dengan Bank Banten untuk membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi UMKM tersebut.

Lexo Nirmawan dari Bank Banten Cabang Tangerang Selatan yang hadir dalam acara buka puasa bersama itu menyambut baik keinginan DPD KNPI Banten untuk menyalurkan dana bantuan OKP secara non tunai. Keinginan ini sesuai dengan kebijakan Pemprov Banten yang menerapkan transaksi non tunai untuk seluruh kegiatan yang berkaitan dengan keuangan.

“Kami bisa membantu pembukaan rekening untuk OKP-OKP yang tergabung di DPD KNPI Banten. Pembukaan rekening itu secara sendiri-sendiri atau secara kolektif. Hal lain kami bisa bantu sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan OJK dan BI,” kata Nirmawan.

Bank Banten memiliki bisnis antara lain kredit multiguna, yaitu kredit yang disalurkan kepada pegawai pemerintah maupun swasta yang memiliki penghasilan tetap per bulan. Kredit konstruksi yang diperuntukan bagi perusahan konstruksi berupa modal kerja untuk kegiatan proyek. Dan kredit UMKM, yaitu kredit yang dikhususkan untuk segmen UMKM.

“Apa yang disinggung Ketua DPD KNPI Banten itu berada di kredit ini. Dan, kami berharap bisa berproses lebih lanjut melakukan pertemuan-pertemuan untuk mengumpulkan data dan mengevaluasi terhadap UMKM-UMKM yang berada di OKP,” kata Lexo Nirmawan. (Aditywarman)

Berita Terkait