Kapolres Pandeglang Datangi Ponpes Bani Utsman Soal Terbunuhnya Santri

Foto: Beni Madsira

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pandeglang, AKB Indra Lutrianto Amstono berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Bani Utsman, Minggu (8/4/2018), pukul 11.50 WIB terkait dengan peritiwa PI, pemuda yang mengamuk karena ditegur saat memacu kencang sepeda motornya. Kejadian itu menyebabkan satu santri tewas dan satu lagi luka parah.

Kunjungan Kapolres Pandeglang, AKB Indra Lutrianto Amstono didampingi wakilnya, Kompol Winarno, (Kabag Operasi),  AKP Oka Nurmulia Hayatma (Kasat Reskim), AKP Sutoyo (Kasat Intelkam dan  AKP Pupu Syaripudin (Kapolsek Panimbang). Kedatangan Kapolres Pandeglang dan rombongan disamput pengasuh Ponpes Bani Utsman, KH Samani dan KH Asror yang didampingi Aep Syaepudin, Ketua MUI Kecamatan Panimbang.

“Saya minta untuk bersabar atas musibah yang menimpa Ponpes Bani Utsman. Kami berharap pihak Ponpes untuk menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Pandeglang untuk mengusut tuntas kejadian ini,” kata Kapolres.

Kasatresklim Polres Pandeglang, AKP Oka Nurmulia Hayatman mengatakan, kepolisian mengerahkan anggotanya untuk berjaga-jaga di sekitar Ponpes Bani Utsman, sekaligus melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP). “Kami berharap agar jangan nambah-nambahin isu yang membuat resah masyarakat. Serahkan semuanya kepada polisi untuk diusut tuntas,” ujarnya.

Baca: Seorang Pemuda Ngamuk di Ponpes, Satu Santri Tewas dan Satu Luka Parah

Korban tewas itu adalah Dede Hanapi (24 tahun), santri yang berasal dari Kampung Pasir Rangrang, Desa Babakan Keusik, Kecamatan Patia. Sedangkan santri yang luka parah adalah Pajri (20 tahun), santri yang berasal dari Kampung Cikasam, Desa Turus, Kecamatan Patia.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, PI, warga Desa Soge, Kecamatan Panimbang berkendaraan Hoda Beat warna putih melaju kencang dari arah pasar menuju terminal dan melintas di dekat Ponpes Bani Utsman, sekitar pukul 01.00 WIB. Karena kencang, Dede Hanapi berteriak untuk mengingatkan hal tersebut. Mendengar teriakan itu, PI berhenti dan mengambil badik, langsung menusuk Dede Hanapi di bagian dada dan perut. Dede Hanapi meninggal di tempat kejadian peristiwa (TKP). Sedangkan Pajri berusaha melerai perkelahian itu terkena sabet di tangannya.

“Kami memang sedang kerja bhakti sampai tengah malam. Kami memindahkan material untuk pembangunan pesantren dari pinggir jalan ke lokasi pesantren. Tiba-tiba ada motor melaju kencang dan suara knalpotnya bising. Dia berhenti, tapi langsung menyerang kami,” ujar Ahmad Fauzi, salah satu santri yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Perkelahian antara Hanapi dengan PI pun terjadi. Sejumlah santri yang tengah kerja bakti berusaha melerai, namun PI tidak mau berhenti. Saat lengah, Hanapi dihujani badik bagian dada dan hingga sobek perutnya. Sedangkan Pajri juga terkena sabetan di tangan kiri.

Kepala Desa Panimbang, Mulyadi maupun Camat Panimbang Suedi Kurdiatna mengatakan, kasus ini sudah ditangani kepolisian. “Kami menyerahkan seluruhkan kepada proses hukum. Biar polisi yang menuntaskan persoalan ini,” ujar Camat Panimbang. (Beni Madsira)

Berita Terkait