Industri

LamiPak Bahas Dinamika Industri Minuman Bersama Mahasiswa PNJ

Perkembangan budaya kopi dan inovasi minuman berbasis susu turut mengubah cara masyarakat mengonsumsi minuman, atau dengan kata lain ada tren baru yang muncul. Di balik tren tersebut, industri minuman juga menghadapi tantangan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan produk yang praktis dan berkualitas, sekaligus memastikan kemasan pascakonsumsi dapat dikelola dengan baik.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam diskusi bertajuk “What’s Behind Your Favorite Drink? Coffee Trends, Milk Innovation, and the Future of Packaging” yang diselenggarakan oleh PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak Indonesia) di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, pada Kamis (29/10).

Kegiatan ini menghadirkan perspektif dari industri mnuman kopi, dairy (susu), dan kemasan untuk membahas keterkaitan antara tren konsumen, inovasi produk dan keberlanjutan.

Diskusi menghadirkan Yuanita Rachma (Humas Dewan Kopi Indonesia), Putra Yuhardianto, (Corporate Sustainability Development Manager Frisian Flag Indonesia) serta Ahmad Rizalmi (Public Relations Manager LamiPak Indonesia).

Diskusi diawali dengan perkembangan budaya kopi, khususnya di kalangan generasi muda, serta faktor-faktor yang memengaruhi pilihan konsumen. Selain cita rasa dan harga, pengalaman yang ditawarkan oleh merek dan perkembangan tren turut menjadi bagian dari dinamika pasar minuman.

Perubahan preferensi tersebut mendorong industri untuk terus mengembangkan produk. Pada kategori minuman berbasis susu, inovasi perlu mempertimbangkan kebutuhan dan ekspektasi konsumen yang terus berkembang. Di saat yang sama, aspek pengemasan menjadi bagian penting dari rantai nilai (value chain) industri, mulai dari perlindungan produk hingga distribusi dan kenyamanan penggunaan.

Namun, perjalanan sebuah produk tidak berakhir ketika minuman habis dikonsumsi. Pengelolaan kemasan setelah digunakan menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan, terutama dalam upaya meningkatkan pengumpulan dan daur ulang material.

Ahmad Rizalmi, Public Relations Manager LamiPak Indonesia, menyoroti pentingnya melihat kemasan secara menyeluruh, termasuk setelah produk dikonsumsi.

“Pengelolaan sampah kemasan merupakan tantangan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Produsen produk, industri kemasan, konsumen, serta pelaku pengumpulan dan daur ulang memiliki peran yang saling melengkapi. Karena itu, pembahasan mengenai kemasan perlu mencakup bukan hanya fungsinya dalam melindungi produk, tetapi juga bagaimana kemasan tersebut dikelola setelah digunakan,” ujar Rizalmi.

Salah satu pendekatan yang turut dibahas adalah Extended Producer Responsibility (EPR), yaitu pendekatan yang mendorong tanggung jawab produsen terhadap dampak lingkungan dari produk dan kemasannya, termasuk pada tahap pascakonsumsi.

Penerapannya membutuhkan dukungan sistem pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang, serta koordinasi di antara berbagai pemangku kepentingan.

Dari perspektif industri dairy, Putra Yuhardiyanto, Corporate Sustainability Development Manager Frisian Flag Indonesia, menyampaikan bahwa perkembangan tren konsumsi kopi turut membuka peluang bagi inovasi produk susu untuk mendukung kebutuhan pelaku usaha, termasuk UMKM.

“Tren minum kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup baru masyarakat modern. Oleh karena itu, kami menyediakan produk susu yang dapat meningkatkan kenikmatan minuman kopi bagi pelaku UMKM, salah satunya melalui produk susu foaming Omela. Selain itu, Frisian Flag Indonesia bersama LamiPak juga telah melaksanakan inisiatif program Extended Producer Responsibility (EPR) di wilayah Cikande selama kurang lebih enam bulan dan akan terus ditingkatkan ke depannya,” ujar Putra.

Sementara itu, Yuanita Rachma, Humas Dewan Kopi Indonesia, menekankan bahwa pertumbuhan tren minuman kopi perlu diiringi dengan perhatian terhadap pengelolaan kemasan setelah dikonsumsi. Menurutnya, meningkatnya penggunaan susu sebagai bahan campuran dalam berbagai inovasi minuman kopi juga menjadikan pengelolaan sampah kemasan susu sebagai aspek yang perlu diperhatikan.

“Meningkatnya tren minuman kopi saat ini juga perlu diiringi dengan perhatian terhadap pengelolaan kemasan pascakonsumsi agar dapat didaur ulang atau diolah kembali. Banyak pelaku usaha minuman kopi, khususnya UMKM, menggunakan susu sebagai salah satu bahan utama untuk menciptakan beragam variasi produk. Oleh karena itu, pengelolaan sampah dari kemasan susu juga perlu mendapat perhatian. Dengan demikian, pertumbuhan industri kopi dapat berjalan beriringan dengan praktik pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab,” ujar Yuanita.

Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Dr Syamsurizal menyambut baik kegiatan LamiPak Goes to Campus 2026 sebagai bentuk kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi dalam memperluas wawasan mahasiswa.

“Kami mendukung kegiatan seperti ini karena dapat memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai perkembangan industri, inovasi, serta isu keberlanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi penting untuk menghubungkan pembelajaran akademis dengan kebutuhan dan dinamika dunia kerja,” ujar Syamsurizal.

Kolaborasi antara produsen produk, produsen kemasan, konsumen, pengumpul sampah, dan pelaku daur ulang menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Tanpa dukungan sistem yang memadai, memastikan kemasan bekas dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali masih menjadi tantangan.

Melalui diskusi ini, mahasiswa juga diajak melihat peran mereka dalam rantai konsumsi, mulai dari memahami produk yang digunakan hingga membangun kebiasaan membuang dan memilah sampah dengan benar. Sesi tanya jawab dan kuis interaktif menjadi bagian dari kegiatan untuk menghubungkan pembahasan industri dengan praktik sehari-hari.

Sebagai bagian dari program LamiPak Goes to Campus 2026, kegiatan ini menjadi ruang pertukaran perspektif antara pelaku industri dan kalangan akademik mengenai perkembangan industri minuman dan tantangan keberlanjutannya. Diskusi ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan inovasi produk dan pengelolaan kemasan pascakonsumsi secara bersamaan dalam perkembangan industri minuman. (Siaran Pers LamiPak, Dikirim Oleh Luthfia Sakina <luthfia.sakina@lamipak.biz>)

Iman NR

Back to top button