Puncak Arus Mudik Lebaran di Terminal Serang H-4, Terminal Lebak Jamin Aman

Puncak arus mudik Lebaran 2025 /Idul Fitri 1446 Hijriah melalui Terminal Tipe A Pakupatan, Kota Serang, Banten, diprediksi akan terjadi pada H-4 Lebaran atau pada 27 Maret 2025.
“Pemudik sudah mulai terpantau ramai sejak hari ini. Dan untuk puncak arus mudik di Terminal Pakupatan diprediksi pada 27 Maret atau H-4 Lebaran,” kata Staf Terminal Tipe A Pakupatan, Kota Serang, Fajri Abi Habsari di Serang, Minggu (23/3/2025).
Pihak terminal juga mencatat bahwa sepekan sebelum puncak arus mudik, volume pemudik sudah meningkat hingga 50 persen. Bahkan, tiket di beberapa agen bus sudah habis terjual.
“Untuk tujuan pemudik paling banyak yakni ke Yogyakarta, Solo, Surabaya dan Banyuwangi. Serta untuk tiket di tanggal 25 sampai 29 Maret sudah habis terjual,” katanya.
Ia menyebutkan di Terminal Pakupatan setidaknya terdapat 35 agen PO bus yang siap melayani pemudik. Dan untuk kenaikan unit bus pada saat Lebaran mulai dari satu hingga dua unit setiap PO bus.
“Untuk unit bus disesuaikan dengan jumlah penumpang nya, dan saat ini tercatat kenaikan mencapai satu sampai dua unit perPO nya,” katanya.
Terminal Pakupatan melayani berbagai rute, termasuk antar provinsi, antar kota, dan dalam kota, dengan tujuan utama ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dan dalam rangka menyambut arus mudik, Terminal Pakupatan juga telah melakukan berbagai persiapan, termasuk mendirikan posko kesehatan, posko keamanan, dan posko bermain anak.
“Untuk posko kesehatan telah beroperasi setiap hari Senin sampai Jumat, dengan memberikan layanan gratis bagi para pemudik dan pengemudi,” katanya.
Terminal Mandala Lebak
Sementara itu Terminal Bus Mandala, Kabupaten Lebak menjamin arus mudik Lebaran 2025 relatif aman dan lancar, karena personel kepolisian disebar di titik- titik kemacetan serta kerawanan kejahatan.
Kepala Terminal Mandala Kabupaten Lebak, Muksin mengatakan pihaknya hingga kini berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan pengusaha otobus untuk memberikan jaminan keamanan, kenyamanan serta kelancaran arus mudik lebaran 2025.
Selain itu juga semua kendaraan angkutan arus mudik Lebaran laik beroperasi setelah menjalani pemeriksaan ramp check mulai rem, lampu, ban hingga kaca spion dan lainnya.
Begitu itu juga seluruh sopir angkutan mudik Lebaran dilakukan pemeriksaan narkoba. Hasil pemeriksaan tersebut negatif dan tidak ditemukan sopir yang positif mengkonsumsi barang haram itu.
“Kita melibatkan semua instansi untuk memberikan pelayanan mudik agar mereka aman, nyaman, lancar dan selamat sampai tujuan,” kata Muksin.
Menurut dia, pihaknya menyiapkan sebanyak 61 unit bus Angkutan Kendaraan Antar Provinsi (AKAP) dengan enam trayek dari lima perusahaan otobus.
Untuk bus AKAP melayani trayek Rangkasbitung-Bogor – Kalideres – Tanjung Priok – Bekasi- Bandung-Garut.
Selain itu juga sebanyak 12 unit bus melayani Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Pedesaan (Angdes) sebanyak 25 unit.
Untuk kendaraan AKDP melayani jurusan wilayah Provinsi Banten dengan trayek Rangkasbitung- Tangerang – Serang-Merak-Bayah- Wanasalam-Labuan.
Selanjutnya, kendaraan Angkutan Desa ( Angdes) melayani untuk 28 kecamatan di Kabupaten Lebak.
“Kami memprediksi puncak penumpang arus mudik di sini pada H-4 sekitar 1.500-2.000 orang,” katanya. Pihaknya menyiapkan cadangan angkutan bus jika terjadi lonjakan pemudik Lebaran 2025.
Untuk tiket Lebaran, kata dia, berdasarkan kesepakatan dengan perusahaan otobus, Organda dan Dishub setempat tidak terjadi kenaikan.
Bahkan, semua kendaraan angkutan Lebaran dipasang stiker tidak terjadi kenaikan angkutan Lebaran.
“Kami minta penumpang segera melapor jika ada oknum angkutan bus Lebaran yang menaikkan tarif untuk diberikan sanksi tegas,” katanya.
Toni ( 55) seorang pengemudi bus mengatakan dirinya melayani trayek Rangkasbitung – Bekasi mulai hari ini pemudik mulai ramai karena sebagian perusahaan sudah memberikan tunjangan hari raya (THR).
“Hari ini penumpang pemudik mulai ramai dari Bekasi untuk mudik ke berbagai daerah di Banten,” katanya. (Oleh Desi Purnama Sari dan Mansyur Suryana – LKBN Antara)