Sebanyak 9,5 Ton Buah Manggis Pandeglang Dilepas Ekspor Ke China

Sebanyak 9,5 ton dari taraget 93,396 ton buah manggis dilepas untuk diekspor ke China. Pelepasan ekspor manggis itu dilakukan Dirjen Hortikultura Kementrian RI, Siswandi di Desa Bojong, Kabupaten Pandeglang, Rabu (23/1/2019).

Selain ekspor ke China, acara ini juga sekaligus melepas buah manggir untuk pasar regional sebanyak 33,5 ton. Pasar regional ini ditargetkan 621,18 ton manggis dari Pandeglang bisa disalurkankan.

Hadir dalam acara itu Bupati Pandeglang Irna Narulita, Kadis Pertanian Banten Agus Tauchid, Dandim 0601 Pandeglang, Ketua Pengadilan, Wakapolres Pandeglang dan undangan lainnya.

Kabupaten Pandeglang memang menjadi salah sentra produksi buah manggis dengan produksi mencapai 122,445 ton yang dihasilkan dari 136.504 pohon manggis. Pohon manggis itu tersebar di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Bojong, Saketi, Cisata, Menes, Picung dan Carita.

Kadis Pertanian Banten, Agus Tauchid mengatakan, pohon manggis yang berada di Banten tercatat 299.595 pohon. Pohon manggis itu berada di Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

Baca: Gubernur Banten: Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Masalah Tersendiri Bagi Pemerintah

Truk bermuatan buah manggis dari Pandeglang dilepas Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian RI, didampingi Bupati Pandeglang dan Kadis Pertanian Banten. Foto: Dinas Pertanian Banten

“Keberhasilan Banten bisa melakukan ekspor buah manggis sesungguhnya sudah dimulai dari 10 tahun yang lalu dimulai dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang dengan ekspor ke negara Asia, Eropa melalui eksportir yang berasal dari Jakarta, Bogor dan Tasikmalaya,” kata Agus Tauchid.

Menurut Agus Tauchid, keberhasilan Banten mampu mengekspor buah manggis ke Asia dan Eropa merupakan hasil pembinaan dan pengembangan manggis yang sudah dimulai sebelum Banten menjadi Provinsi dan dilanjutkan lebih intensif setelah Banten menjadi Provinsi. Pembinaan itu berupa pengembangan kawasan/penataan kebun, perbaikan mutu produk GAP/SOP dan ergistrasi kebun, penguatan sistem perlindungan tanaman, penguatan sistem informasi, penguatan kelembagaan, penanganan paska panen, akselerasi akses pembiaan/kemitraan dan promosi.

“Inilah buah dari pembinaan Pemprov Banten bersama Pemerintah Kabupaten Sentra manggis di Banten (Pandeglang dan Lebak) dan tentunya bersama Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur Banten memberikan perhatian pada aspek hilir yaitu memberikan bantuan kepada petani manggis Pandeglang dengan pembangunan bangsal pasca panen manggis dan pengembangan tanaman manggis di Pandeglang. Perhatian Gubernur telah diwujudkan dalam bentuk pengalokasian anggaran dan renana kegiatan pada tahun 2019.

“Banten sudah mampu memenuhi permintaan manggis di pasar internasional dan pasar regional (Jakarta, Surabaya dan Bogor). Kita berharap tentunya pendapatan dan kesejahteraan petani manggis Banten akan semakin meningkat,” katanya.

Eksportir manggis Pandegkang ke China dilakukan oleh PT. Corona dari Jakarta kami berharap ke depan Eksportir manggis Banten dapat bekerja sama dengan BUMD setempat. (Siaran Pers Dinas Pertanian Banten)

Next Post

Walikota: SDM di Kota Serang Masih Tertinggal Dibandingkan Daerah Lain

Rab Jan 23 , 2019
Walikota Serang Syafrudin mencanangkan akan membangun sumber daya manusia (SDM) dari segi pendidikan formal maupun nonformal. Demikian dikatakan Syafrudin saat ditemui usai menghadiri acara Reuni SPG Muhamadiyah angkatan 1980 – 1991 di Gedung Galanggang Remaja (GGM) Maulana Yusuf, Kota Serang, Rabu (23/1/2018). “SDM kota Serang jauh masih tertinggal dibanding kabupaten/kota […]