Tumpukan Sampah Sepanjang 30 Meter Sumbat Aliran Kali Tirtayasa Serang
Tumpukan sampah sepanjang kurang lebih 30 meter menyumbat aliran Kali Tirtayasa di Desa Laban, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, hingga menimbulkan bau tak sedap yang dikeluhkan warga.
Warga setempat, Abdul Sukur di Serang, Jumat (14/11/2025) mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung selama dua minggu terakhir akibat sampah kiriman yang tersangkut di jembatan.
“Ada dua minggu ini sampah kiriman, jadi kalau banjir mampet karena jembatan nya kurang tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, tumpukan sampah tersebut berasal dari aliran hulu di wilayah Kragilan. Seharusnya, jika tidak tersangkut, sampah akan hanyut hingga ke wilayah Pontang. Namun, debit air yang tinggi ditambah konstruksi jembatan yang rendah menyebabkan sampah tertahan dan menumpuk di lokasi tersebut.
“Posisi jembatan rendah jadi mampet sampahnya di sini. Kalau biasanya (air surut) mah enggak,” katanya.
Sukur menegaskan bahwa tumpukan limbah tersebut bukan berasal dari aktivitas warga sekitar yang membuang sampah ke sungai, melainkan murni terbawa arus.
Ia berharap pihak terkait segera melakukan pengangkutan karena aroma busuk dari tumpukan sampah sangat mengganggu kenyamanan warga.
“Bau ini sangat mengganggu. Harapannya ingin segera diangkut. Kalau airnya surut sih sampah ini bisa mengalir, dibantu didorong juga,” pungkasnya.
Pantauan saat di lokasi tampak sampah-sampah yang memenuhi aliran sungai tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga seperti plastik dan gabus sintetis (styrofoam). Aliran yang tertutup sampah tersebut setidaknya sekitar 30 meter. Tak hanya menutupi aliran, hal tersebut juga menimbulkan bau tak sedap.
Sebelumnya, aliran sungai kurang lebih sepanjang 500 meter di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten dipenuhi sampah plastik sehingga menghambat aliran air (Baca: Sungai di Lontar Dipenuhi Sampah Plastik)
Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (16/7/2024), tumpukan sampah nampak menutupi aliran sungai yang didominasi oleh sampah-sampah plastik rumah tangga.
Bahkan airnya pun berwarna hitam pekat dan menimbulkan aroma yang tidak sedap ketika berjalan menyusuri sungai tersebut.
Tinggi hamparan sampah di sungai tersebut hampir sejajaran dengan jalan disampingnya, bahkan lokasi sungai ini persis berada di pemukiman warga. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)










