BPBD Kab Serang Catat Bencana Banjir Rendam 33 Rumah di Baros
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten, mencatat bencana banjir merendam puluhan rumah warga dan fasilitas umum di Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat di Serang, Minggu, mengatakan peristiwa bencana banjir tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 04.50 WIB.
“Hujan deras mengakibatkan jebolnya irigasi Kali Cisereh dan tersumbatnya aliran drainase, sehingga air meluap ke pemukiman warga,” ujar Ajat.
Berdasarkan data kaji cepat di lapangan, banjir melanda dua titik lokasi yakni Kampung Polokiong dan Kampung Siliwung. Dampak terparah terjadi di Kampung Polokiong RT 06/RW 01, dimana sebanyak 33 rumah yang dihuni 58 Kepala Keluarga (KK) atau 174 jiwa terendam air.
Selain merendam pemukiman, banjir di lokasi tersebut juga menggenangi fasilitas umum yakni Kantor Desa Baros. Di titik ini tercatat ada enam lansia dan 24 anak-anak yang terdampak.
Sementara itu di lokasi kedua yakni Kampung Siliwung RT 01/RW 05, banjir merendam satu rumah yang dihuni dua KK dengan enam jiwa.
“Total keseluruhan ada 34 rumah terdampak. Ketinggian air bervariasi, untuk di Kampung Siliwung sekitar 10-15 centimeter, sedangkan di Polokiong mencapai 20-30 centimeter,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Serang menerima laporan kejadian pada pukul 12.05 WIB dan langsung memberangkatkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian pada pukul 15.00 WIB untuk melakukan penanganan serta validasi data.
Dalam penanganan ini BPBD berkoordinasi dengan unsur Damkar Kabupaten Serang, Koramil (Babinsa), Polsek, pihak kecamatan, serta perangkat desa setempat.
“Hingga sore hari kondisi Tinggi Muka Air (TMA) masih berkisar 20-30 centimeter. Tidak ada korban jiwa maupun kebutuhan mendesak yang dilaporkan, namun pemantauan terus dilakukan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)






