Lingkungan

Antisipasi Banjir, Pemkot Serang Pastikan Akan Normalisasi Sungai

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Provinsi Banten, memastikan segera melakukan penanganan sigap terhadap korban banjir, sembari menegaskan akan mengawal proses normalisasi sungai pada tahun ini sebagai solusi jangka panjang.

“Langkah penanganan sigap (dilakukan), kami membantu evakuasi dan memastikan stok makanan siap saji, termasuk layanan kesehatan,” ujar Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, di sela-sela peninjauan lokasi banjir di Kota Serang, Minggu malam (11/1).

Menurut Agis, upaya tanggap darurat tersebut berjalan beriringan dengan rencana pembenahan infrastruktur. Ia menekankan bahwa kata kunci penyelesaian masalah banjir di wilayahnya adalah normalisasi sungai.

Terkait hal itu, Pemerintah Kota Serang diakuinya telah menjalin komunikasi dengan balai besar wilayah sungai untuk pengerjaan proyek tersebut.

“Sebenarnya akan dikerjakan, hanya saja keburu banjir duluan. Tapi setelah ini akan kita kawal, tentunya di tahun ini,” katanya menegaskan.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada usaha pembangunan tanggul di beberapa titik aliran sungai, namun upaya tersebut dinilai belum cukup untuk menampung debit air yang tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Serang meninjau langsung sejumlah titik lokasi terdampak banjir, mulai dari Kecamatan Curug, Kampung Pulo, Belimbing, Cipete, kawasan Citra Gading, hingga Lebak Cipocok.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat sebanyak 1.296 jiwa dari 400 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana banjir dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut (Baca: 400 Keluarga Terdampak Bencana Banjir Kota Serang dan Cuaca Ekstrem).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Serang, Diat Hermawan di Kota Serang, Senin (12/1/2026) mengatakan berdasarkan laporan sementara hingga pukul 02.46 WIB, tercatat 485 unit rumah terendam banjir dan 50 jiwa terpaksa mengungsi.

“Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang menyebabkan bencana banjir di sembilan titik kejadian, serta cuaca ekstrem yang mengakibatkan pohon tumbang dan rumah roboh,” ujar Diat.

Banjir terparah tercatat di Kecamatan Curug, tepatnya di Lingkungan Pulo, Kelurahan Cipete, dengan ketinggian air mencapai 105 cm.

Selain itu, banjir juga merendam wilayah Kecamatan Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, dan Walantaka dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 cm. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button