Masuki Arus Mudik, Antrean Panjang Truk Logistik Padati JLS Ke Pelabuhan Ciwandan
Memasuki arus mudik Lebaran 2026, antrean panjang kendaraan berat dan truk logistik memadati kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kota Cilegon, Banten, yang hendak menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Ciwandan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu, pukul 11.30 WIB penumpukan deretan truk bermuatan besar mulai dari truk boks muatan sedang hingga truk kontainer tampak terparkir mengular memakan sebagian lajur jalan di sepanjang JLS.
Cuaca terik pada siang hari ini mengiringi penantian para sopir angkutan barang yang harus bersabar menunggu giliran masuk ke area pelabuhan.
Meski lajur sebelah kiri dipenuhi oleh antrean truk yang memanjang melintasi deretan pohon palem di pembatas jalan, arus lalu lintas untuk kendaraan pribadi dan roda dua masih dapat berjalan perlahan di lajur kanan. Tampak beberapa kendaraan roda empat dan sepeda motor melintas dengan ekstra hati-hati guna menghindari kepadatan lalu lintas.
Kepadatan kendaraan logistik di jalur ini merupakan imbas dari skema rekayasa lalu lintas arus mudik 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah kembali menetapkan Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan bantuan untuk memecah kepadatan di Pelabuhan Merak.
Operasional Pelabuhan Ciwandan difokuskan untuk melayani penyeberangan pemudik pengguna sepeda motor dan kendaraan angkutan barang atau logistik.
Hendra Setiawan, salah seorang sopir truk pengangkut logistik pecah belah, di Cilegon, Sabtu, mengaku terjebak kemacetan sejak keluar dari pintu Tol Cilegon Timur.
“Tadi dari jam 09.30 WIB baru jalan sekitar dua kilometer. kondisinya cukup parah,” ujarnya.
Hendra menjelaskan bahwa dirinya membawa muatan berupa piring dan cangkir dari Karawang dengan tujuan Palembang, Sumatera Selatan. Akibat antrean ini, jadwal bongkar muat yang seharusnya dilakukan pada Sabtu sore dipastikan tertunda.
Pihak kepolisian beserta Dinas Perhubungan setempat terus bersiaga di sepanjang Jalan Lingkar Selatan guna mengatur kantong-kantong parkir (buffer zone) dan melakukan sistem buka-tutup. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi logistik nasional tetap berjalan meskipun harus beririsan dengan tingginya volume pemudik roda dua yang juga diarahkan menuju Pelabuhan Ciwandan. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)











