Fakta Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur, Tewaskan 14 Orang dan Puluhan Luka Parah
Peristiwa tabrakan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026) menjadi peristiwa paling tragis dalam beberapa dekade terakhir.
Data terakhir menyebutkan, tabrakan kereta api ini menelakan korban 14 orang meninggal dunia menurut catatan hingga pukul 10.50 WIB dan puluhan orang megalami luka parah (Baca: Korban Meninggal Tabrakan Kereta Commuter Vs KA Argo Bromo di Bekasi Jadi 14 Orang).
Dari berbegai sumber diperoleh keterangan tentang fakta-fakta sementara terjadi tabrakan kereta api tersebut.
Mobil Listrik Green
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, peristiwa tragis ersebut diduga dimulai dari peristiwa tertabraknya mobil listrik Green yang mogok di perlintasan KA sebidang di Bekasi Timur. Peristiwa itu menyebabkan KRL Commuter Line berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Saat KRL sedang berhenti, tiba-tiba rangkaian ditabrak dari arah belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. “Kejadiannya begitu cepat, kereta jarak jauh menabrak kami di KRL,” kata Andi, penumpang KRL Commuter Line yang selamat di lokasi, seperti dikutip dari Antara, Senin, 27 April 2026.
Andi menuturkan kepada Antara bahwa gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang rangkaian KRL merupakan bagian yang tertabrak secara langsung. “Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang,” ujarnya.
Kecelakaan antara KRL PLB 5568A (relasi Kampung Bandan–Cikarang) dengan KA jarak jauh Argo Bromo PLB 4B (relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) ini tercatat sebagai kecelakaan pertama yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL dalam sejarah perkeretaapian Indonesia.
“Kecelakaan antara kereta jarak jauh versus KRL malam ini merupakan kecelakaan pertama dalam sejarah. Selama ini tidak pernah terjadi senggolan antara kereta jarak jauh dengan kereta perkotaan, sehingga ini tentu ada masalah yang serius di tingkat manajerial yang perlu diaudit,” kata pakar transportasi sekaligus pengguna setia KAI, Ki Darmaningtyas, dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.
Korban Tewas dan Selamat
Hingga pukul 10.00 WIB, Selasa, 28 April 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan 14 orang meninggal dunia dalam insiden tragis itu. Lalu, ada 81 orang luka-luka dan dilarikan ke tiga rumah sakit terdekat.
“Sampai pada saat ini kami sudah mengevakuasi 81 penumpang kami yang luka-luka, kemudian ada tujuh penumpang kami yang sudah dinyatakan memang meninggal,” kata Vice President Corcomm PT KAI, Anne Purba.
Sedangkan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang terlibat kecelakaan dipastikan selamat. Tercatat ada 240 penumpang dalam rangkaian kereta jarak jauh tersebut saat insiden terjadi.
“(Sebanyak) 240 penumpang (Argo Bromo) Anggrek semuanya selamat,” ujar Anne Purba di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026.
Tim SAR di lokasi kejadian melaporkan hingga pukul 05.11 WIB, masih terdapat tiga dari tujuh korban yang terjepit di dalam rangkaian gerbong nomor 8 (gerbong khusus wanita). Proses evakuasi masih terus diupayakan secara intensif.
Imbas dari kejadian ini, PT KAI menutup sementara layanan di Stasiun Bekasi Timur untuk memaksimalkan proses evakuasi. Saat ini, layanan KRL hanya dioperasikan sampai Stasiun Bekasi.
“Sampai pagi ini untuk Stasiun Bekasi Timur itu kami tutup sementara dan KRL layanannya hanya sampai Stasiun Bekasi, supaya evakuasi ini benar-benar bisa kami maksimalkan dalam penyelamatan penumpang,” ujar Anne Purba. (Dari berbagai sumber)











