Karena Tanpa Pintu, PT KAI Tutup Perlintasan Kereta Api Sebidang di Kasemen
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta melakukan penutupan perlintasan kereta api sebidang di KM 119+4/5 Kampung Odel, Kelurahan Kasemen, Kota Serang, Banten.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo dalam rilis yang diterima di Lebak, Sabtu, mengatakan penutupan perlintasan kereta api sebidang tersebut untuk kelancaran perjalanan kereta api, juga keselamatan masyarakat.
Penutupan perlintasan sebidang di KM 119+4/5 secara permanen dengan pemasangan empat titik patok penghalang menggunakan bantalan rel bekas yang dicat merah-putih sebagai penanda larangan melintas.
Selama ini pelaksanaan kegiatan operasional perjalanan kereta api tetap berjalan lancar tanpa gangguan.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan dan masyarakat dalam pelaksanaan program penutupan perlintasan sebidang,” kata Franoto.
Franoto mengatakan saat ini baru terealisasi di 27 lokasi atau 55,10 persen dari target 49 perlintasan sebidang di wilayah operasionalnya.
Program penutupan perlintasan ini merupakan bagian komitmen KAI dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta meminimalisasi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.
Penutupan perlintasan sebidang terus dilakukan secara bertahap dari target 49 perlintasan dan baru terealisasi sebanyak 27 lokasi atau 55,10 persen. “Ini merupakan langkah nyata KAI dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat,” kata Franoto.
Franoto mengatakan penutupan perlintasan sebidang tidak semata-mata dilakukan untuk membatasi akses masyarakat, melainkan sebagai upaya bersama untuk melindungi keselamatan seluruh pengguna jalan dan perjalanan kereta api.
Tujuan utama dari program ini adalah memastikan seluruh perjalanan berlangsung selamat sampai tujuan, baik bagi pelanggan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan.
Keselamatan adalah prioritas utama, karena setiap orang berhak tiba di tempat tujuan dengan aman dan kembali berkumpul bersama keluarga.
“Penutupan perlintasan itu mencegah potensi kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar,” ujar Franoto.
Lebih lanjut, Franoto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
Karena itu, pihaknya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah mendukung program penutupan perlintasan sebidang ini.
Dukungan dan kolaborasi yang baik dari seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan bagi semua.
KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat untuk tidak membuka kembali akses yang telah ditutup serta tidak membuat perlintasan liar baru.
Masyarakat diharapkan menggunakan perlintasan resmi yang tersedia dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar jalur kereta api.
“Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program penutupan perlintasan sebidang secara bertahap sebagai bagian dari upaya menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan andal serta mendukung keselamatan masyarakat,” katanya. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)










