Jalan Tol Serang – Panimbang Seksi 2 dan 3 Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026
Pengoperasian jalan Tol Serang – Panimbang sepanjang 83,76 kilometer (km) pada seksi 2 dan 3 ditargetkan akan beroperasi Oktober 2026, sehingga jalan tol bisa beroperasi sepenuhnya.
Pengoperasian jalan tol Serang – Panimbang dipastikan berdampak bagi investor yang menanamkan modalnya di wilayah Banten Selatan, sehingga dapat menumbuhkan ekonomi dan mempercepat pembangunan di daerah itu.
”Kita telah melakukan pengajuan Uji Laik Fungsi (ULF) progres Seksi 2 dan 3 ke Pemerintah. Kalau tidak ada hambatan, sesuai target awal Oktober 2026 ini sudah beroperasi,” kata Manager Pengembangan Usaha dan Pemasaran PT Wijaya Karya Serang Panimbang (Wika Serpan) Muhammad Albagir saat dihubungi di Lebak, Banten, Rabu.
Selain itu, ia mengatakan pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang dipastikan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat wilayah Banten Selatan.
Sebab, lanjutnya, pembangunan jalan tol tersebut untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Panimbang, di mana di daerah itu memiliki potensi pariwisata pesisir pantai dan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Saat ini, progres pekerjaan fisik di lapangan seksi 2 Rangkasbitung–Cileles 24,17 km, dan Seksi 3 Cileles–Panimbang 33 km sudah mencapai 100 persen.
”Kami optimistis jika tidak ada hambatan di lapangan, dipastikan tahun ini ruas Jalan Tol Serang – Panimbang beroperasi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kunjungan wisatawan” katanya menjelaskan.
Sementara itu, Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Robertus Erwin H mengatakan dampak pembangunan jalan tol Serang -Panimbang dipastikan banyak investasi yang menanam modalnya di daerah ini, sehingga pemerintah daerah telah menetapkan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) untuk kawasan industri seluas 10.000 hektare.
Selain itu, menurut dia, pembangunan Tol Serang-Panimbang bisa menciptakan kawasan industri dan ekonomi baru, karena terkoneksi dengan Tol Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Depok, dan Bandung.
Bahkan, beberapa perusahaan asing dari China sudah berinvestasi di Kabupaten Lebak, diberbagai bidang usaha mulai perumahan, manufaktur, perikanan, perkebunan, namun keinginan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Keunggulan Kabupaten Lebak itu sangat strategis karena wilayahnya berdekatan dengan pusat Ibu kota Negara juga terdapat prasarana transportasi di antaranya jalan kereta api, Pelabuhan Cilegon dan Bandara Soekarno-Hatta.
“Kami optimistis Lebak dan Banten Selatan menjadi kawasan industri sehingga dapat mewujudkan pertumbuhan sentra ekonomi baru dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya menjelaskan. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)











