Status Siaga, Gunung Anak Krakatau Alami 8 Kali Letusan dan Semburan Lava Pijar
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencacat Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung mengalami delapan kali letusan disertai semburan lava pijar dengan status aktivitas bertahan di Level III (Siaga).
Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau PVMBG Badan Geologi, Muhammad Dika Nurzaman dalam laporan resmi di Jakarta, Senin, menyebutkan bahwa aktivitas vulkanik tersebut tercatat selama periode pengamatan Minggu (16/8) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.
“Teramati delapan kali letusan dengan tinggi 200 hingga 300 meter di atas puncak kawah, dimana warna asap teramati kelabu dan hitam. Selain letusan, juga teramati adanya semburan lava pijar,” kata dia.
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan visual, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup kabut.
Asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal serta membubung setinggi 10 sampai 300 meter di atas puncak.
Dari segi kegempaan, instrumen PVMBG merekam delapan kali gempa letusan dengan amplitudo 43-60 mm berdurasi 34-59 detik, 46 kali gempa hembusan, 10 kali tremor harmonik, serta 11 kali gempa hybrid/fase banyak.
Aktivitas tremor menerus atau microtremor juga dilaporkan terekam dengan amplitudo dominan 20 mm.
Merespons tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Siaga, PVMBG mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat maupun wisatawan.
PVMBG Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apapun dalam radius aman tiga kilometer dari kawah aktif guna mengantisipasi bahaya lontaran material vulkanik.
Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini, Jumat, menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda antara pesisir barat Lampung dan Banten itu, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) (Baca: Status Gunung Krakatau Meningkat Dari Waspda Ke Siaga).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Jumat, mengatakan peningkatan status tersebut didasarkan pada hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan kenaikan signifikan aktivitas gunung api itu dalam beberapa waktu terakhir.
Data pengamatan memperlihatkan peningkatan jumlah gempa vulkanik, perubahan deformasi tubuh gunung, serta aktivitas permukaan yang mengindikasikan adanya suplai magma menuju bagian dangkal. (Oleh M. Riezko Bima Elko Prasetyo – LKBN Antara)



