Pemkot Tangerang Minta Percepatan Pengerukan Sedimen Sungai Cisadane
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC) untuk percepatan normalisasi dan pengerukan sedimen terkait Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Cisadane menurun 40 centimeter dari batas normal.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng (TB) Doddy Effendy di Tangerang, Minggu, mengatakan langkah pengerukan sedimen ini diambil guna menjaga ketersediaan air baku dan kualitas air akibat kemarau panjang, sekaligus merespons aduan masyarakat.
“Meski masih aman untuk pasokan air bersih ke warga, namun dari temuan di lapangan akan segera ditindaklanjuti. Apalagi Wali Kota Sachrudin telah memberikan instruksi langsung,” ujarnya.
Selain itu Perumda TB juga melakukan pemetaan wilayah yang alami penurunan distribusi air bersih, karena dampak dari adanya penurunan kualitas air atau air keruh di beberapa titik wilayah.
Selain mengupayakan pengerukan sedimentasi, Pemkot Tangerang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau berlangsung.
“Tim sudah kami turunkan untuk menyisir wilayah pelanggan yang menyampaikan keluhan. Kami terus melakukan penyesuaian teknologi dan langkah-langkah penanganan agar kualitas air yang didistribusikan kembali sesuai standar,” jelas Doddy.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena cadangan air baku di Sungai Cisadane saat ini masih dalam kategori aman untuk memenuhi kebutuhan pasokan air bersih warga.
“Kondisi air saat ini terhitung aman. Diperkirakan kecukupan air dari Cisadane untuk dialirkan kepada masyarakat masih aman hingga satu bulan ke depan. Kami minta masyarakat tidak panik, karena pemerintah dan PDAM terus hadir memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan,” ujar Sachrudin. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)











