Pohon Kiara, Sang Ratu Flora Pulau Peucang
Pesona Kabupaten Pandeglang, Banten, baik tumbuhan (flora) maupun hewan (fauna), sangat beragam dan luar biasa. Pandeglang memiliki hewan terlangka di dunia, yakni Badak Bercula Satu yang hidup di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Di kawasan yang sama, yakni Pulau Peucang, juga masih tumbuh Pohon Kiara (ficus annulata blume), yang diperkirakan sudah hidup ratusan tahun.
Menurut petugas Resort Pulau Peucang, Balai TNUK, Endin dan Hasan Hambali, Pohon Kiara yang tingginya puluhan meter dengan diameter antara 2 – 4 meter ini, dari data yang dimiliki Balai TNUK, diperkirakan merupakan salah satu tumbuhan yang selamat pada saat Gunung Krakatau meletus, tahun 1883 lampau.
“Diperkirakan pohon Kiara ini, sudah berumur ratusan tahun. Di Pulau Peucang, ada puluhan batang yang masih bertahan hidup dan menjadi salah satu kekayaan hayati yang cukup unik,” kata Endin kepada Media Banten, Selasa (25/8/2026).
Dikatakan Endin dan Hasan, hutan Kiara ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan dan peneliti yang datang ke Pulau Peucang yang memiliki luas 450 hektar ini. Karena pohon besar dan telah berumur ratusan tahun, tentu sangat langka. “Kami menyebutnya, Kiara Sang Ratu Pulau Peucang,” tukasnya.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PSDP dan Ekraf) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Mia Maulani Rizki mengatakan, keanekaragaman hayati dan hewani yang dimiliki Kabupaten Pandeglang merupakan daya tarik bagi wisatawan yang harus menjadi bagian penting dalam peningkatan pengetahuan bagi para pegiat pariwisata.
“Para pegiat pariwisata, harus terus meningkatkan pengetahuannya tentang semua potensi yang dimiliki Kabupaten Pandeglang. Pengetahuan ini, menjadi salah satu modal dalam mempromosikan destinasi agar menarik banyak wisatawan yang datang,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Budi Suhardiman Januardi mengatakan, dari data pihak Balai TNUK, pengunjung yang datang ke Pulau Peucang, periode Januari – Juni 2026, sudah mencapai 4.500 orang. Dari data tersebut, ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk berwisata ke Kabupaten Pandeglang, masih tinggi.
“Ini salah satu modal bagi Kabupaten Pandeglang dalam pengembangan sektor pariwisata. Untuk itu, kami akan terus berupaya mempromosikan dan melakukan penataan serta peningkatan kapasitas para pegiat. Kami berharap, upaya ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Budi.(Nana Amdan)









