Belum Terima Bantuan Air Bersih, Warga Pandeglang Gunakan Air Sungai Akibat Kekeringan
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, puluhan kepala keluarga (KK) dua kampung di Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, terpaksa mengandalkan air Sungai Cilemer untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Diketahui, krisis air bersih dan kekeringan akibat musim kemarau panjang yang terjadi di Kampung Sungkaeun, Desa Kadubera, dan Kampung Pasir Lame, Desa Ganggaeng, Kecamatan Picung, telah berlangsung sekitar tiga bulan.
Seorang warga, Jajat Nurhayat (48), mengatakan di Kampung Sungkaeun, Desa Kadubera, dirasakan warga sejak sekitar tiga bulan lalu dan kekeringan seperti ini bukan kali pertama dialami oleh sedikitnya 66 KK.
“Kekeringan yang dialami warga ini, sudah tiga bulan dan kekeringan seperti ini bukan kali pertama dialami oleh warga yang jumlah, sedikitnya 66 KK,” ujar Jajat, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Jajat, sulitnya mendapatkan air bersih membuat warga harus mengambil air dari Sungai Cilemer untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Selama kekeringan, untuk kebutuhan air, warga terpaksa mengambil air dari Sungai Cilemer,” terangnya.
Jajat menjelaskan, kondisi kekeringan tersebut, bukan merupakan kejadian baru. Menurutnya, persoalan kekurangan air sudah sering dialami warga ketika kondisi kemarau. “Sering terjadi seperti ini,” katanya.
Untuk mengatasi kesulitan air, warga telah melakukan sejumlah upaya secara mandiri. Salah satunya, dengan menggali sumur untuk mencari sumber air.
“Kami sudah melakukan penggalian sumur. Tapi sayang, upaya kami belum sepenuhnya mampu untuk memenuhi kebutuhan air warga. Hingga saat ini, warga juga belum mendapatkan bantuan air bersih dari pihak mana pun,” katanya.
Kondisi serupa dialami warga Kampung Pasir Lame, Desa Ganggaeng, Kecamatan Picung. Berdasarkan keterangan warga, sekitar 70 KK terdampak kekeringan, juga telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
Warga Kampung Pasir Lame, terpaksa mengandalkan air Sungai Cilemer untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penggalian sumur, dilakukan sebagai salah satu upaya mendapatkan sumber air.
Jajat berharap, pemerintah maupun pihak terkait, segera memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
Tak hanya bantuan air bersih, warga juga berharap, dilakukan pengeboran sumur agar tersedia sumber air yang dapat digunakan dalam jangka panjang. “Kami ingin dikasih air, terutama dilakukan pengeboran,” kata Jajat.
Menurutnya, ketersediaan sumber air menjadi kebutuhan mendesak bagi warga. Sebab, kekeringan yang kerap terjadi, membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap, pemerintah segera turun tangan menangani kekeringan di Kecamatan Picung, terutama dengan menyalurkan air bersih dan menyediakan sumber air permanen melalui pengeboran sumur. (Penulis : Daeng Yusvin)











