AdvetorialHeadlineMozaik

Gubernur dan Wakil Buka Perhelatan MTQ Tingkat Provinsi di Serang

Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Wakilnya, Andika Hazrumy membuka perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Banten ke 15 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin malam (16/4/2018).

Pembukaan diawali dengan defile para kafilah dari delapan Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten dan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Qori cilik juara MTQ Nasional tahun 2016 lalu. Para kafilah menyapa dan memperkenalkan diri kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, Bupati dan Walikota dan para tamu undangan yang hadir pada acara malam pembukaan.

Gubernur Banten, Wahidin Halim dalam sambutannya menceritakan pengalamannya semasa berumur 7 tahun yang pada waktu itu diajak orang tuanya mengikuti acara MTQ Nasional di Gelora Bung Karno. Saat itu, hati dan pikiran pun seolah menyatu dan dirasakan bahwa Al Quran sarat dengan makna. Hal itu terjadi lantaran dihayatinya ayat suci Al Quran yang dikumandangkan. Namun setelah 58 tahun kemudian MTQ hanya menjadi sebuah seremonil belaka, dan tidak menjadi tuntunan dan hanya menjadi tontonan.

“Semua terdegradasi dengan aktivitas hiasan da hiburan yang ada, semua ini harus menjadi renungan yang panjang. Apakah ada yang salah dalam diri kita, salah dalam komunitas kita, salah dalam diri bangsa ini. ketika nilai-nilai Al Quran tidak lagi menjadi pedoman, tidak lagi sarat dan bermakna dalam langkah hidup kita,” katanya dalam sambutannya.

Menurut Wahidin Halim, membaca Al Quran tidak hanya sekedar membaca, akan tetapi harus bisa mengkaji dan memahami bahwa terdapat pesan yang mengandung seperangkat nilai yang bersifat universal dari ayat Al Quran yang dibaca.

“Bacalah terhadap fenomena alam, bacalah tentang fenomena sosial, bacalah hubungan hubungan kita antar sesama manusia, bacalah juga bagaimana hubungan kita dengan Allah SWT. Jangan sampai kita kekeringan moralitas, menjadi sekuler, kualitas, etika, dan estetika,” ujarnya.

Selain itu Gubernur Banten juga mengajak warga Banten untuk membangun dan membangkitkan semangat hubungan dalam persaudaraan, semangat berbangsa, melekatkan sinergilisme dalam perjuangan, dan tidak lagi menolak Pancasila karena Pancasila telah final dan menjadi dasar negara Indonesia.

Wahidin Halim juga membeberkan, selama satu tahun kepemimpinannya bersama Andika Hazrumy dalam membangun paradigma, budaya kerja, dan budaya organisasi. Tidak lain hanyalah untuk perubahan Banten yang lebih baik dan akan maju kedepannya.

“Saya membangkitkan mainset untuk membangun perubahan Banten. Agar menjadi masyarakat yang saling menghargai, saling toleransi, saling menghormati dengan cara-cara yang santun,” ujarnya. Dia juga menambahkan “Tujuan saya bersama Pak Andika adalah untuk membangun perubahan Banten, menjadikan masyarakat yang berakhlakul karimah, masyarakat yang mempersendikan pada nilai nilai Al Quran dan nilai agama sesuai anutan,” ucapnya.

Dia berharap, acara ini tidak hanya sekedar pesta, seremonila semata, dan sekedar ajang kompetisi saja, tetapi yang lebih penting adalah syiar agama islam yang dapat mengukuhkan ukhuwah islamiyah, meningkatkan tali silaturahmi, juga bisa mengusung, dan membebaskan masyarakat Banten dari buta membaca al quran. Dewan hakim yang baru dikukuhkan pun tidak luput dipintanya agar menjadi hakim yang adil berdasarkan kepada kedeadilan. Walaupun keadilan seseorang tidak bersifat secara mutlak, tetapi paling tidak bisa bersikap sebenar-benarnya.

“Saya memgingatkan pada kesempatan ini pada pondok pesantren, tentunya dengan semangat, solidaritas, dan spiritualitas harus kita bangun anatar sesama kita. Dan juga dengan MTQ ini diharapkan akan banyak melahirkan generasi warga Banten yang akan hapal Al-Quran,” katanya.

Gubernur Banten juga menyinggung tentang program yang diwacanakannya, bahwa untuk sebuah perubahan semua memerlukan tahapan dan waktu seperti program yang ditawarkan yakni pengobatan gratis cukup dengan KTP, masih dihadang oleh berbagai aturan, dan hal yang lainnya. (adv)

Iman NR

Back to top button