Bongkahan Turbin Pesawat Lion Air JT610 Dibawa Ke Posko Tanjung Priok

Foto: Humas Lion Air Group

Kapal TNI Banda Aceh 593-2 mengangkut serpihan pesawat dan satu turbin mesin yang diduga merupakan bagian dari pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018). Turbin dan serpihan itu diturunkan Posko di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (4/11/2018).

Sementara itu, kekuatan personel ditambah menjadi 1.396 dari hari sebelumnya 869 personel. Rincian jumlah tersebut terdiri Badan SAR Nasional (BASARNAS) 201 orang, TNI Angkatan Darat (AD) 56 orang, TNI Angkatan Laut (AL) 456 orang, TNI Angkatan Audara (AU) 12 orang, POLRI 220 orang, Petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) 131 orang, Bea Cukai 30 orang, Palang Merah Indonesia (PMI) 30 orang, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) 18 orang, Indonesia Diver lima orang, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Semarang enam orang, Pertamina 84 orang, Dinas Perhubungan Jakarta 15 orang, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) 42 orang serta Potensi SAR Gabungan 86 orang.

“Rencana operasi melalui pencarian udara seluas 190 NM2 menggunakan lima helikopter, yaitu satu unit HR -1519, satu unit HR -1301, satu unit HS -4207, satu unit NBO – 105 POLRI dan satu unit Dauphin POLRI,” kata Danang Mandala Prihanto, Corporate Communications Strategic of Lion Air dalam siaran pers Humas Lion Air Group yang diterima MediaBanten.Com.

Untuk pencarian unsur laut (wilayah perairan) mengerahkan 69 unit kapal dari sebelumnya 56 unit. Luas area pencarian bawah air 270 NM2, antara lain daerah prioritas 1A bawah air dengan kapal Baruna Jaya serta daerah prioritas 1B dengan kapal Dunamos. Daerah prioritas 2 untuk pencarian permukaan air seluas 360 NM2 yang dioperasikan oleh 40 kapal dari BASARNAS, Kementerian Perhubungan, Polair, KPLP, Bea Cukai dan Pertamina.

Baca: Personel Pencari Korban Jatuhnya Lion Air JT610 Semakin Bertambah

Daerah prioritas penyelaman seluas 36 NM2 diperkuat menjadi 151 orang dari hari sebelumnya 127 tim penyelam gabungan, dengan rincian 17 orang TIM Basarnas Special Group (BSG), 38 orang dari Penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska), 28 orang Detasemen Jalamangkara (Denjaka), 17 Tim penyelam Taifib atau Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir, lima orang Kantor Sar Semarang, tujuh orang Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indonesia (KPLP), Korps Brigade Mobil (Brimob) empat orang, enam orang POSSI Semarang, Indonesia Diver lima orang serta Polisi Air (Polair) 14 orang.

Untuk unsur penanganan di darat tetap tersedia ambulance 30 unit, yang meliputi sembilan unit dari POLRI, PMI enam unit serta 14 unit instansi lainnya.

Pada Sabtu (03/ 11) pukul 21.05 WIB, Lion Air telah menerima konfirmasi dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) yaitu 31 kantong jenazah, sehingga jumlah terkini menjadi 104 kantong (02 November delapan kantong, 01 November sembilan kantong, 31 Oktober delapan kantong, 30 Oktober 24 kantong, 29 Oktober 24 kantong).

Proses identifikasi (Disaster Victim Identification) yang berada di RS POLRI tetap dilakukan bersama pihak keluarga penumpang dan awak pesawat. Tim DVI POLRI telah memberikan konfirmasi hasil identifikasi tujuh jenazah penumpang pesawat registrasi PK-LQP, pada Sabtu (03/ 11) yaitu Fauzan Azima (laki-laki), Wahyu Susilo (laki-laki), Endang Sri Bagus Nita (wanita); Jumat (02/ 11) Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki) serta Rabu (31/10) Jannatun Shintya Dewi (wanita).

Lion Air hingga saat ini tetap melakukan pendampingan kepada keluarga (family assistant) pada setiap posko Jakarta. Beberapa manajemen Lion Air hari ini juga berada di posko Cawang, posko RS POLRI, Jakarta Timur dan Tanjung Priok, Jakarta Utara guna memberikan dukungan moril kepada keluarga penumpang, kru serta tim evakuasi.

Lion Air akan menyampaikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut dan kami senantiasa berharap yang terbaik bagi seluruh penumpang maupun kru pesawat. Lion Air telah membuka crisis center dan untuk infomasi penumpang dapat menghubungi di nomor telepon (021)-80820002. (Siaran Pers Humas Lion Air Group)

Berita Terkait