Jalan Penghubung Patia – Sukaresmi Sepanjang 500 Meter di Pandeglang Rusak Parah
Jalan penghubung dua kecamatan, yakni Kecamatan Patia dengan Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, rusak parah. Jalan ini berada di Desa Surianen, Kecamatan Patia yang merupakan akses ke Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi.
Jalan penghubung sepanjang sekitar 500 meter ini, badan jalannya, selain hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat, juga kondisinya sudah berupa tanah bergelombang dengan cekungan cukup dalam Jalan tersebut berada di tengah hamparan sawah masyarakat, sekitar seluas 350 hektar.
Menurut Kepala Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi, Herman Fatoni, jalan yang ketika musim hujan berubah mirip kubangan kerbau itu, bukan hanya akses menuju desanya tetapi juga merupakan akses distribusi sarana produksi dan hasil pertanian padi masyarakat. Sehingga para petani dan warga Desa Weru sangat tergantung terhadap jalan tersebut.
“Jalan ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Kami tak bisa melakukan apa-apa karena secara kewilayahan, masuk Desa Surianen, Kecamatan Patia,” kata Herman kepada MediaBanten.Com, Rabu (12/8/2026).
Diungkapkan Herman, pihaknya sudah mengajukan perbaikan jalan tersebut, baik kepada Pemkab Pandeglang maupun melalui program Bang Andra, namun belum mendapat informasi yang positif.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak penyuluh pertanian agar jalan tersebut dimasukkan dalam program JUT (jalan usaha tani – red) Kementerian Pertanian, tapi tampaknya belum mendapatkan respons positif dari pihak penyuluh, dengan alasan repot,” ungkap Herman.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Tanti Yulianti yang dihubungi melalui telepon genggamnya mengaku akan segera mengecek dan mengkomunikasikan dengan penyuluh pertanian di lapangan agar segera merespons kebutuhan masyarakat.
“Saya lagi Diklat, tapi akan saya komunikasikan dengan penyuluh dan camatnya agar usulan bisa direspons dan dipenuhi segala syarat-syaratnya,” tegas Tanti.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Roni, mengatakan, pihaknya segera mengecek lokasi dan kondisi jalan tersebut. Jika data terhadap kondisinya sudah lengkap, akan dilakukan kajian untuk menentukan perbaikannya.
“Secara kewenangan, pihak kami bisa menanganinya, namun melalui perencanaan yang baik. Semoga jalan ini bisa masuk program kami, dan bisa segera kami perbaiki,” katanya. (Nana Amdan)











