Kepala Basarnas: Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Masih Nihil
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan, hingga hari ini, (10/9/2026), tim SAR belum menemukan titik terang dalam pencarian rombongan jurnalis yang terdiri dari 5 jurnalis dan 3 ABK yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).
Hal tersebut dikatakan Syafii yang didampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Kapolda Banten Irjen Pol Henki dalam konferensi pers di Posko SAR Nasional di Marina Beach Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/9/2026).
Kepala Basarnas mengucapkan, duka dan keprihatinan mendalam dalam kondisi kedaruratan ini. Untuk itu, Basarnas dibantu potensi yang ada telah bersinergi melakukan upaya pencarian dan berupaya menemukan rombongan jurnalis dalam kondisi selamat.
“Hari ini, kami menyisir di 6 sektor dengan melibatkan 11 KRI. Hari pertama SAR laut menyisir 3 sektor, hari kedua, 5 sektor dan hari ini, 6 sektor dengan kekuatan 309 personil inti,” jelasnya.
Dikatakan Syafii, pemerintah melakukan upaya maksimal dlmelalui SAR dibawah kendali SAR Banten dengan juga melibatkan SAR Lampung.
“Tim di posko akan selalu melakukan rapat koordinasi pada pagi hari, dan evaluasi di sore hari. Dalam.operasi ini, melibatkan semua potensi. Data-data yang masuk itu kita olah dan menjadi acuan dalam upaya semaksimal yang memungkinkan untuk dilakukan,” tegasnya.
Pola operasi yg digunakan Basarnas, mengacu pada IMO (International Maritime Organization) Direction atau komponen instrumen dalam sistem SAR. Basarnas dari informasi pertama yang menjadi dasar perencanaan operasi.
Dikatakan, unsur utama, melakukan searching dari laut dan udara. Operasi bisa dilakukan dengan batasan savety. Hasil operasi akan dikembangkan dan dilakukan setelah hasil evaluasi.
“Karena kejadian ini dimulai dari erupsi GAK, jadi kita juga memperhatikan informasi-informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),” katanya.
Operasi akan dilakukan selama 7 hari. Setelah itu, jika belum ada hasil, akan diavaluasi untuk kelanjutannya. “Operasi tidak berhenti hingga jam 5 sore. Yang berhenti itu, hanya arus alat untuk sandar sementara sistem operasi berjalan 24 jam,” tegasnya.
Syafii juga menegaskan, dalam penanganan kedaruratan, emua warga negara berkewajiban ikut serta.Untuk itu, iya mengimbau semua masyarakat turut membantunya. (Nana Amdan)










