Raih Penghargaan Pemda Berprestasi, Robinsar Diganjar Bantuan Pembangunan 200 Rutilahu
Di tengah keterbatasan anggaran, Walikota Cilegon Robinsar berhasil menyabet penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Jawa – Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Bali.
Penghargaan Pemda Berprestasi yang diraih tersebut, yakni Kepala Daerah Berprestasi kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah tingkat Kota se-Jawa – Bali.
Atas Raihan yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Bali, pada Jumat (28/8/2026) tersebut, Walikota Cilegon Robinsar menerima bantuan pembangunan 200 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Kemendagri.
Penghargaan yang diraih Walikota Cilegon Robinsar, karena dinilai memiliki komitmen dan kinerja dalam mendukung implementasi 3 juta rumah melalui penyediaan hunian layak bagi masyarakat, penilain mencakup dukungan kebijakan percepatan penyediaan perumahan, tata kelola pembangunan permukiman yang berkelanjutan dan inovasi dalam penyediaan 3 juta hunian yang kolaboratif dan berdampak.
Pemkot Cilegon melalui sejumlah kebijakan dan kolaborasi pada 2025 berhasil merehab 173 unit Rutilahu dengan total anggaran senilai Rp5.055.000.000.
Rinciannya, 70 unit Rutilahu lewat program DPWKel senilai Rp2.100.000.000, 44 Rutilahu lewat Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat (Perkim) senilai Rp1.320.000.000 dan 59 unit Rutilahu lewat Baznas senilai Rp1.635.000.000.
Pada tahun 2026, target sebanyak 147 unit Rutilahu akan dibangun dengan anggaran total Rp4.560.000.000, dari DPWKel sebanyak 89 unit senilai Rp2.670.000.000 dan dari APBN sebanyak 494 unit senilai Rp 9.880.000.000
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, pada momen penilaian batch II Regional Jawa – Bali, ada 4 kategori penilaian, yakni pengelolaan sampah dan lingkungan asri, kedua akses dan kualitas layanan kesehatan, akses pendudukan dan layanan pendidikan dan juga implementasi program 3 juta rumah layak huni.
“Ini batch kedua, dengan 192 pemenang dan nilai apresiasi Rp225 miliar,” katanya, saat memberikan sambutan.
Tito menambahkan, khusus untuk penilaian implementasi program 3 juta rumah layak huni, diberikan apresiasi bantuan bedah rumah atau Rutilahu dengan nilai Rp20 juta per unit. Dimana, untuk Kota Cilegon sendiri, meraih juara III dan mendapatkan bantuan 200 unit Rutilahu.
“Penghargaan untuk Pemda yang pro kebijakan pembangunan perumahan. Ini dalam bentuk bedah rumah (Rutilahu) nilainya adalah 20 juta per rumah, jika dapat 200 yang dikalikan saja nilainya,” ujarnya.
Tito menegaskan, adanya penghargaan tersebut, menggambarkan ternyata cukup banyak kepala daerah yang bagus dan berprestasi. Kepala daerah yang benar-benar bekerja untuk rakyatnya.
“Ini gambaran jika banyak kepala daerah yang bagus dan berprestasi. Saya ucapkan selamat, jangan sampai brandingnya kepala daerah buruk. Ternyata banyak yang bekerja untuk rakyat,” terang Tito.
Sementara itu, Walikota Cilegon Robinsar mengungkapkan, pihaknya menargetkan bisa terbangun 500 Rutilahu nanti. Dimana, itu bersumber dari APBD, Baznas, CSR Industri dan kolaborasi stakeholder lainnya.
“Kami menargetkan, membangun kurang lebih 500 unit yang bersumber dari APBD serta kolaborasi Kerjasama dengan stakeholder lainnya seperti baznas dan csr industri,” ucapnya.
Robinsar menilai, pembangunan Rutilahu bukan hanya sekedar membangun suatu rumah atau program semata, tapi lebih dari pada itu, perihal kemanusiaan.
“Kami ingin memastikan, di Cilegon tidak boleh ada lagi warga yang tinggal di rumah yang tidak layak. Karena semuanya saling berkaitan, baik untuk kesehatan dan kesejahteraan, dan sekalipun dalam situasi keterbatasan anggaran, program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap akan kami prioritaskan,” terangnya. (Penulis : Daeng Yusvin)







