Hukum

Ledakan Menyerupai Bom di Desa Citeureup, Satu Orang Tewas dan 5 Rumah Rusak

Ledakan keras menyerupai bom, menggemparkan warga Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu (26/8/2026) siang. Satu orang dikabarkan meninggal dunia, seorang lainnya dilaporkan mendapat penanganan medis di rumah sakit, serta sedikitnya lima rumah mengalami kerusakan.

Ledakan keras atau peristiwa ledakan yang sempat membuat warga setempat panik dan berhamburan keluar rumah, terjadi sekitar pukul 13.30 WIB saat sebagian warga tengah beristirahat.

Menurut keterangan sejumlah warga, ledakan menyerupai bom diduga bersumber dari rumah warga setempat, bernama Muhammad Ali, warga Kampung Cisarua Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Warga menduga, ledakan berkaitan dengan bahan peledak yang biasa digunakan dalam aktivitas penangkapan ikan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan, karena penyebab maupun jenis material yang meledak masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

Masni, salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, mengaku awalnya mengira suara keras tersebut merupakan sambaran petir. Ketika keluar rumah, ia melihat kepulan asap pekat dari arah rumah Muhammad Ali.

“Kejadiannya, sekitar pukul 13.30 WIB. Saya kira petir di tengah hari bolong. Saat keluar rumah, saya lihat ada kepulan asap pekat dari rumah Pak Ali. Setelah itu, saya lihat anak saya pingsan. Saya langsung teriak-teriak minta tolong kepada warga yang lain,” ungkap Masni.

Menurut Masni, daya ledakan cukup kuat hingga berdampak pada sejumlah rumah yang bagian depan maupun sisi sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

“Pokoknya, besar Pak ledakannya. Rumah-rumah yang berdekatan, pada rusak semua. Bagian depan dan samping-sampingnya, pada hancur. Selain rumah Ali, ada rumah Nendi, rumah Menti, rumah Ulung, dan rumah lainnya,” terangnya.

Berdasarkan keterangan warga dan kondisi yang terlihat di lokasi, sedikitnya lima rumah terdampak ledakan, termasuk rumah Muhammad Ali yang diduga menjadi titik awal kejadian ledakan.

Kerusakan terlihat pada bagian dinding, atap, pintu maupun bagian bangunan lainnya. Hingga kini, total kerugian material belum diketahui.

Sementara itu, H. Sarka, warga setempat yang mengenal korban, membenarkan Muhammad Ali meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Korban ditemukan dalam kondisi tertimpa reruntuhan dinding bangunan.

“Yang saya ketahui, Ali meninggal di tempat, karena tertimpa reruntuhan dinding bangunan. Sementara Iyah, istri Ali, kondisinya terluka dan sudah langsung dibawa warga ke Pak Mantri Jenal di Citeureup. Kemudian i formasinya, dirujuk ke Rumah Sakit Alinda Panimbang,” ujar H. Sarka kepada wartawan.

H. Sarka mengaku tidak berani mendekati titik ledakan sesaat setelah kejadian, karena khawatir masih terdapat material berbahaya yang berpotensi menimbulkan ledakan susulan.

“Saya juga takut Pak, untuk mendekat ke rumah Ali,” katanya.

Sementara dari dokumen keluarga yang diperoleh, diketahui Muhammad Ali sebagai kepala keluarga dengan pekerjaan di bidang perikanan. Dalam dokumen tersebut, juga tercantum Iyah sebagai istri korban. Data itu memperkuat keterangan warga mengenai identitas korban dan keluarganya.

Hingga berita ini dikirim ke redaksi, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian, terkait sumber ledakan dan kondisi terkini istri korban maupun ada atau tidaknya korban luka lainnya.

Saat ini di lokasi, aparat kepolisian telah melakukan pemasangan garis polisi di sekitar tempat kejadian untuk mensterilkan area dan membatasi warga agar tidak mendekati titik ledakan.

Penanganan tersebut, dilakukan untuk kepentingan pengamanan dan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti ledakan, jenis bahan yang meledak maupun kronologi lengkap kejadian.

Dugaan bahwa ledakan berkaitan dengan bahan peledak untuk aktivitas penangkapan ikan, masih berdasarkan keterangan awal warga dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum ada hasil pemeriksaan pihak berwenang. (Penulis : Daeng Yusvin)

Yusvin Karuyan

Back to top button