BNPB Catat 3 Kabupaten Paling Terdampak Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tiga kabupaten menjadi wilayah paling terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, yakni Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung serta Pandeglang di Provinsi Banten.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan pemantauan terhadap wilayah yang terdampak abu vulkanik terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait.
“Dalam hal ini termasuk Kementerian Kesehatan yang mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit,” kata dia.
Dia menjelaskan masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan perlindungan, seperti masker dan kacamata serta segera membersihkan diri setelah kembali dari luar rumah.
Warga juga diimbau lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah selama wilayahnya masih terpapar abu vulkanik.
Apabila mengalami gangguan pernapasan, masyarakat diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan.
Menteri Kesehatan juga telah menginstruksikan kesiapsiagaan puskesmas di daerah terdampak serta mengantisipasi kemungkinan kebutuhan pengaktifan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC).
Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga berdampak terhadap operasional penerbangan. Otoritas bandara bersama Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan dan sebaran abu vulkanik karena material tersebut dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Setidaknya sampai dengan Minggu (6/9), pukul 13.00 WIB, enam bandara masih ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Raden Inten II di Lampung, serta Husein Sastranegara di Bandung.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara dilakukan setelah pengecekan kondisi wilayah bandara. Fasilitas penerbangan tersebut ditutup sementara pada Sabtu (6/9), pukul 12.00 WIB, untuk memastikan keselamatan penerbangan.
“Kementerian Perhubungan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihak maskapai tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan,” katanya.
Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan melakukan pemutakhiran informasi setiap empat jam untuk menentukan kondisi operasional penerbangan.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum berdampak signifikan terhadap transportasi laut. Penyeberangan melalui Selat Sunda masih dapat dilakukan, meskipun otoritas pelabuhan diminta tetap waspada dan memperbarui informasi terkait dengan kondisi keamanan dan keselamatan pelayaran.
Masyarakat yang menggunakan transportasi laut juga diimbau menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik, sedangkan pengelola pelabuhan diminta terus berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terjadi perubahan kondisi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Oleh M. Riezko Bima Elko Prasetyo – LKBN Antara)









