Lingkungan

Hujan Ekstrem Tiba, Jakarta Siaga Hadapi Banjir

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiaga menanggulangi banjir saat memasuki hujan ekstrem berdasarkan peta sebaran dari BMKG. Siaga itu dengan bersinergi antar perangkat daerah untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal.

Siaran Pers Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta yang dikutip MediaBanten.Com, Jumat (1/12/2023) menyebutkan, curah hujan ekstrem diperkirakan terjadi Jabodetabek mulai 29 Novembber 2023.

Perkiraan hujan ekstrem itu berdasarkan peta sebaran curah hujan Jabodetak yang diterbitkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG) dengan besaran curah hujan 168.0 mm / hari.

Perkiraan bakal terjadi hujan ekstrem juga disajikan laporan dari Stasiun Hujan / Automatic Weather Station (AWS) IPB Bogor.

Hujan sangat lebat juga terpantau melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat sebesar 148.0 mm/hari dan Stasiun Katulampa sebesar 140.4 mm/hari dengan lokasi pengamatan stasiun hujan tersebut berada di hulu daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

Sedangkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan, banjir yang terjadi di beberapa wilayah di DKI Jakarta akibat luapan air Kali Ciliwung.

Data dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta mencatat, pada pukul 24.00 WIB Peilschaal Depok yang berada di Kali Ciliwung menunjukkan Status Bahaya dengan Tinggi Muka Air (TMA) di angka 356 cm.

Debit air tersebut menjadi kiriman air yang menggenangi sebagian wilayah di DKI Jakarta. Luapan air yang terjadi tersebut dapat dipompa ketika debit air di kali sudah berangsur surut.

Penanganan genangan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta adalah dilakukan penyiagaan satgas di lapangan dan operasional pompa, baik stationer maupun pompa mobile.

“Kami terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak, seperti BPBD Provinsi DKI Jakarta, DLH DKI Jakarta, para Wali Kota, Camat, Lurah, hingga RT/RW serta stakeholder lainnya untuk penanganan banjir,” jelas Plt. Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum.

Sarana dan prasarana penanganan banjir yang disiagakan oleh Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, yaitu pompa stationer 578 unit di 202 lokasi, alat berat 251 unit, pompa mobile 557 unit, pintu air 845 unit di 589 lokasi, dan pasukan biru sebanyak 4.189 personel.

“Kami turut melakukan upaya imbauan/sosialisasi kepada seluruh stakeholder dan masyarakat melalui media sosial, serta ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti membersihkan saluran air, mulai dari selokan depan rumah hingga kanal/sungai, dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Ika.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menambahkan, pihaknya menyiagakan 267 personel Petugas Penanggulangan Bencana / Tim Reaksi Cepat (TRC) pada setiap kelurahan di Jakarta. Hal ini sebagai upaya percepatan koordinasi dan penanganan bencana.

“BPBD DKI Jakarta terus menyebarluaskan informasi cuaca terkini dan kondisi Tinggi Muka Air (TMA) kepada masyarakat melalui kanal media sosial dan website bpbd.jakarta.go.id. Kami juga memberikan informasi peringatan dini terkait kenaikan TMA melalui Disaster Early Warning System (DEWS) dan SMS Blast, serta peringatan dini cuaca melalui website, media sosial, WhatsApp Group dan Channel Telegram agar masyarakat waspada,” ujar Isnawa.

BPBD DKI Jakarta juga melakukan pengecekan sarana prasarana penanggulangan banjir, meliputi tenda, perahu, ring buoys, jaket, dan pelampung.

Para personel juga melakukan simulasi pendirian tenda di 25 kelurahan rawan banjir serta beberapa kelurahan yang berpotensi rawan banjir.

Masyarakat dapat melaporkan melalui aplikasi JAKI maupun kanal aduan resmi lainnya apabila mengalami kondisi banjir. (Siaran Pers Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta)

Editor Iman NR

Iman NR

Back to top button