Warga Lebak Diminta Tetap Siaga, Curah Hujan Masih Tinggi

cuaca di kabupaten lebak masih tinggi

Curah hujan di sebagian Provinsi Banten diprediksi masih tetap tinggi. Karena itu, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Lebak minta masyarakat tetap siaga, karena berpotensi menimbulkan bencana, terutama banjir dan longsor.

“Kami minta warga meningkatkan kesiagaan curah hujan tinggi itu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Jumat (10/1/2020) seperti dikutip MediaBanten.Com dari Antara.

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Lebak tetap waspada sehubungan curah hujan beberapa hari ke depan cenderung meningkat. Potensi hujan itu berpeluang pagi, siang, sore dan malam dengan intensitas lebat, sedang, dan ringan.

Karena itu, BPBD Lebak sudah menyampaikan peringatan imbauan kepada masyarakat khususnya yang berada di aliran sungai, perbukitan. dan pegunungan. “Kita berharap warga secara swadaya dapat mengantisipasi bencana itu melalui pengamanan lingkungan guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Baca:

Langganan Banjir

Menurut dia, selama ini wilayah Kabupaten Lebak di 16 kecamatan dan 42 desa menjadi daerah langganan banjir, longsor, dan angin kencang. Ke-16 kecamatan itu adalah Rangkasbitung, Warunggunung, Cibadak, Cileles, Cimarga, Leuwidamar, Banjarsari, Wanasalam, Cihara, Bayah, Gunugkencana, Muncang, Cirenten, Sobang, Cibeber, dan Cijaku.

Biasanya, kata Kaprawi, apabila cuaca ekstrem terjadi maka di daerah itu rawan banjir dan longsor karena terdapat aliran sungai, perbukitan, dan pegunungan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banten memperkirakan selama sepekan ke depan curah hujan meningkat di wilayah Kabupaten Lebak sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir, longsor, serta angin kencang.

Ujang, warga bantaran Sungai Ciujung mengatakan tempat tinggalnya cukup berdekatan dengan aliran sungai sehingga berpotensi terdampak bencana banjir dan longsor. “Kami bersama warga bila malam melakukan penjagaan menyusul curah hujan tinggi dan bila air sungai meluap langsung warga menyelamatkan diri ke lokasi yang aman,” katanya. (Ant/IN Rosyadi)

Berita Terkait