Berzakat Semakin Mudah Melalui Aplikasi Internet

Setelah diluncurkan di Jakarta Juni 2017 lalu, aplikasi zakatpedia.com juga diluncurkan bagi warga JawaTengah, di Kota Semarang. Terobosan kemudahan bagi para muzaki yang digagas Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) ini diperkenalkan dengan simulasi pemanfaatannya.

Kepala Cabang IZI Jawa Tengah, Djoko Adhi Saputro mengatakan, zakatpedia.com merupakan inovasi berbasis web aplikasi yang dibuat guna memberi kemudahan kepada masyarakat dalam berzakat, infak dan bersedekah.

“Berzakat, berinfak dan bersedekah sekarang cukup dilakukan melalui telepon pintar yang sudah menjadi bagian dari penunjang aktivitas masyarakat,” ungkapnya pada peluncuran aplikasi zakatpedia.com, yang dilaksanakan di Hotel Candi Indah, Semarang, Sabtu (14/10).

IDi menjelaskan, terobosan ini dilatarbelakangi oleh kian pesatnya pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat. IZI, katanya, mencoba memanfaatkan kondisi ini untuk memaksimalkan potensizakat dari masyarakat (umat). “Sekarang orang yang mau berzakat bisamelakukannya walaupun tidak di masjid atau lembaga pengelola zakat. Namuncukup membuat akun zakatpedia.com di telepon pintarnya,” kata Djoko.

Melalui web aplikasi ini pula, jelasnya, mereka yang sudah menyalurkan zakatnya (muzaki) juga bisa mengetahui untuk apa zakat tersebut dimanfaatkan. Termasuk berapa zakat yang terhimpun maupun yang disalurkan. Sehingga zakat yang dihimpun dari para muzaki pengelolaannya menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Sementara itu, peluncuran zakatpedia.com oleh IZI Jawa Tengah juga dirangkai dalam hajat Gelar Inovasi Zakat yang dikemas dengan acara talkshow bersama Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP)Jawa Tengah 1 dengan tema Zakat sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajakserta game zakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi seputar zakat melalui inovasi agar mempermudah dalam menyosialisasikan zakat kapada para muzaki. Khusus untuk talkshow menghadirkan narasumber Kepala Seksi Keberatan, Banding danPengurangan I DJP Jawa Tengah I, Wahyudi.

Gelar inovasi zakat ini ditutup dengansimulasi GAME ZAKAT, alat edukasi zakat yang berwujud seperti mainan monopoliyang dikemas menarik, lebih edukatif dan cukup menyenangkan. “Harapannya dengan game zakat ini,muzaki dapat memahami kaidah syariat zakat secara lebih praktis danmenyenangkan. Sehingga mereka antusias untuk menunaikan zakatnya,” ucap Djoko. (republika.co.id)

Berita Terkait