Dishub Tangsel Percepat Pembangunan PJU di 3.280 Lokasi
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, melakukan percepatan realisasi pembangunan PJU atau penerangan jalan umum dari yang saat ini baru mencapai 20 persen dari target pemasangan di 3.280 titik melalui percepatan administrasi proyek.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan Ayep Jajat Sudrajat dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Selasa, mengatakan untuk mengejar target penyelesaian di akhir tahun 2026, Dinas Perhubungan menerapkan strategi percepatan administrasi dengan pemantauan rutin terhadap progres pekerjaan di lapangan.
“Untuk mencapai target pembangunan infrastruktur hingga 100 persen pada akhir tahun anggaran, Dinas Perhubungan menerapkan strategi percepatan administrasi serta melakukan monitoring kegiatan secara rutin,” kata Ayep.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, menurut dia, program Tangsel Terang tahun 2026 juga dibarengi dengan penerapan teknologi yang lebih modern dan hemat energi.
Seluruh pembangunan PJU menggunakan lampu jalan baru secara bertahap menggunakan LED sebagai pengganti lampu SON-T yang dinilai lebih efisien dalam penggunaan listrik sekaligus memiliki usia pakai yang lebih panjang.
Selain itu, Dinas Perhubungan juga meningkatkan sistem keamanan instalasi listrik PJU dengan menggunakan Residual Current Circuit Breaker with Overcurrent Protection (RCBO) pada panel listrik.
Teknologi tersebut memberikan tiga lapis perlindungan sekaligus, yakni terhadap korsleting, beban listrik berlebih, serta kebocoran arus listrik sehingga operasional PJU menjadi lebih aman dan andal.
Ayep mengatakan pembangunan PJU tahun ini diprioritaskan berdasarkan usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), jalan kota berstatus jalan lokal sekunder yang belum memiliki penerangan, hingga jalan lingkungan dan jalan setapak dalam program Tangsel Terang.
“Fokus kami adalah wilayah-wilayah yang selama ini belum memiliki penerangan jalan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujar dia.
Meski demikian, Ayep mengakui terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program tersebut, di antaranya fluktuasi harga material PJU yang dipengaruhi kenaikan biaya logistik serta masih adanya penolakan dari sebagian warga terkait penentuan lokasi pemasangan tiang lampu.
“Kami meminta dukungan dan kerja sama masyarakat agar pembangunan PJU ini dapat berjalan lancar. Harapan kami, seluruh target pembangunan maupun perbaikan dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga manfaat program Tangsel Terang benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kota Tangerang Selatan,” katanya.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan pembangunan 3.280 titik PJU baru guna meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan mobilitas masyarakat.
Sebab penerangan jalan merupakan salah satu infrastruktur dasar yang terus menjadi perhatian Pemerintah Kota karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pada malam hari.
Menurut Benyamin, keberadaan PJU tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga mendukung keselamatan pengguna jalan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
“Saya menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan untuk terus mempercepat tindak lanjut atas setiap laporan masyarakat terkait penerangan jalan agar kebutuhan warga dapat segera terlayani,” kata Benyamin. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)



