Pemkab Serang Akan Pamerkan Daun Talas Beneng Jadi Tambakau di Penas KTNA Gorontalo
Pemerintah Kabupaten Serang Banten, menjadikan inovasi tembakau tanpa nikotin yang terbuat dari bahan daun talas beneng sebagai produk unggulan pada ajang Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-XVII di Gorontalo pada 20-25 Juni 2026.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, di Serang, Rabu, mengatakan inovasi olahan daun talas beneng sebagai pengganti daun tembakau tersebut akan dipamerkan pada ajang nasional guna membangun jejaring kemitraan, terlebih produk ini telah berhasil menembus pasar ekspor.
“Tembakau dari daun talas kita pamerkan di sana karena sudah ekspor. Selain itu, ubi talasnya juga bisa diolah menjadi tepung untuk aneka kue. Ini dalam rangka meningkatkan kapasitas serta produktivitas para nelayan dan petani kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, menjelaskan komoditas talas beneng tersebut dikembangkan dan diolah oleh para petani di wilayah Kecamatan Pabuaran.
“Daunnya dibikin alternatif tembakau tanpa nikotin. Kemudian umbi talas nya dijadikan tepung yang bisa dibikin kue, baik brownies, roti, dan sebagainya,” jelas Suhardjo.
Untuk memamerkan inovasi tersebut sekaligus menggali ilmu pertanian, Bupati Rachmatuzakiyah telah melepas 42 orang kontingen asal Kabupaten Serang. Jumlah delegasi yang terdiri atas 32 petani, lima pendamping, dan lima petugas Dinas Perikanan tersebut merupakan yang terbanyak di antara kabupaten/kota se-Provinsi Banten.
Mengingat Serang merupakan juara umum pada Pekan Daerah (Peda) Provinsi Banten 2025, Pemkab kembali menargetkan predikat juara umum pada Penas tahun ini. Sebagai bentuk motivasi, pemerintah daerah telah menyiapkan bonus bagi peserta yang berprestasi, yaitu berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan pompa air.
Meski demikian, Suhardjo mengingatkan bahwa substansi utama keberangkatan kontingen bukanlah sekadar mengejar piala perlombaan, melainkan mencari inovasi baru dari daerah lain untuk diterapkan di Serang.
“Makanya kita minta para peserta untuk memprioritaskan ikut seminar, kunjungan ke lapangan, serta praktik-praktik pelatihan tentang teknologi pertanian terbarukan,” tegasnya.
Penas KTNA XVII rencananya akan dibuka oleh Menteri Pertanian dan ditutup langsung oleh Presiden RI. Pemerintah Kabupaten Serang berharap partisipasi aktif di ajang ini dapat menjembatani masuknya berbagai program dukungan pertanian nasional ke wilayah Serang. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)







