Kapolres Cilegon dan Baznas Groundbreaking Bangun Jembatan Merah Putih Presisi
Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga melakukan grounbreaking pembanguan Jembatan Merah Putih Presisi di Lingkungan kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Jumat (26/6/2026).
Program tersebut, merupakan implementasi arahan Kapolri yang ditindaklanjuti Kapolda Banten kepada seluruh jajaran Polres sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Kegiatan dihadiri Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, Ketua Baznas Kota Cilegon Fajri Ali, unsur Pemerintah Kota Cilegon, Forkopimcam Cibeber, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ketua RT/RW, serta masyarakat Lingkungan Kadipaten.
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menegaskan, bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, merupakan simbol kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan riil warga.
Menurutnya, konsep pembangunan tersebut, bukan semata-mata membangun fasilitas fisik, melainkan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menghadirkan kemaslahatan sosial.
“Program ini, merupakan inisiasi langsung Bapak Kapolri yang kemudian ditindaklanjuti oleh Bapak Kapolda Banten dan seluruh Kapolres. Konsepnya, adalah mengajak masyarakat, dunia usaha, pemerintah maupun lembaga nonstruktural untuk bergotong royong membangun kepedulian sosial,” ujar Kapolres.
Ia menjelaskan, Polres Cilegon menggandeng Baznas Kota Cilegon sebagai mitra strategis, karena memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program kemanusiaan.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Kapolres menilai, Baznas memiliki peran penting sebagai lembaga pemerintah nonstruktural dalam mendukung berbagai kegiatan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami di Kepolisian siap mendukung tugas-tugas sosial Baznas. Pada akhirnya, tujuan kita sama, yaitu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Apa yang kita bangun hari ini, bukan sekadar jembatan, tetapi membangun harapan, memperkuat persaudaraan, dan menjadi investasi kemanusiaan yang manfaatnya akan terus mengalir,” terangnya.
Kapolres juga mengajak, seluruh elemen masyarakat untuk terus mengedepankan kepentingan sosial di atas kepentingan pribadi serta menjaga semangat gotong royong sebagai modal utama membangun Kota Cilegon menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cilegon, Fajri Ali menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Cilegon yang menghadirkan program pembangunan infrastruktur berbasis kepedulian sosial.
Menurutnya, keterlibatan Baznas dalam pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, sekaligus bentuk tanggung jawab moral untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi Polres Cilegon yang tidak hanya menjalankan fungsi menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan program sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Baznas siap bersinergi dalam setiap kegiatan kemaslahatan umat,” kata Fajri Ali.
Ia menilai, keberadaan jembatan tersebut, bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi, memperlancar aktivitas petani, memperkuat hubungan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup warga.
“Jembatan ini menjadi simbol, bahwa ketika Polri, pemerintah, Baznas, dan masyarakat bersatu dalam satu tujuan, maka berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan melalui semangat gotong royong. Kami berharap, sinergi seperti ini terus berkembang di Kota Cilegon,” ujarnya.
Perwakilan warga menjelaskan, bahwa jembatan yang dibangun secara mandiri, sebelumnya hanya mampu bertahan beberapa bulan sebelum kembali rusak sehingga warga harus bergotong royong memperbaikinya berulang kali.
“Dengan adanya pembangunan jembatan yang lebih kokoh ini, manfaatnya sangat besar bagi kami. Akses menuju tempat pembuangan sampah menjadi lebih dekat, para petani juga tidak perlu lagi memutar jauh untuk menuju lahan pertanian,” ungkapnya. (Penulis : Daeng Yusvin)










