Mendes Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Tidak Akan Menutup Warung Kelontongan di Desa
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan menutup keberadaan warung-warung atau toko kelontong yang ada di desa.
“Justru sebaliknya, keberadaan KDMP akan berkolaborasi dengan warung-warung dan toko-toko yang ada di desa,” kata Mendes Yandri saat memberikan arahan dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Merah Putih Provinsi Banten di Serang, Banten, Jumat.
Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP di desa tidak hanya akan mempermudah dan menguntungkan warung-warung yang ada di desa, tapi juga akan memudahkan masyarakat yang ada di desa. Karena KDMP merupakan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang-barang bersubsidi.
“KDMP adalah infrastruktur pemerintah. Jadi barang-barang bersubsidi semua akan disalurkan melalui KDMP, artinya nanti masyarakat akan benar-benar menikmati subsidi pemerintah itu. Jadi masyarakat beli barang ya barang subsidi. Kalau selama ini kan sudah terlalu panjang rantai distribusi, kan mahal. Kemudian ketepatan waktu, keberlangsungan stok itu kan penting juga,” ujar Mendes Yandri.
Dia mengatakan sebentar lagi akan ada Peraturan Presiden (Perpres) tentang komitmen BUMN untuk menjadikan Kopdes sebagai penyaluran barang-barang bersubsidi seperti gas melon, pupuk, beras SPHP.
“Itu akan membuat KDMP menjadi hidup karena nanti akan ada margin atau keuntungannya, ongkos kirim dan lain sebagainya,” ujar Mendes Yandri.
Selain itu, katanya, KDMP juga akan berfungsi sebagai off taker. Misalnya, kalau harga ikan di desa nelayan lagi jatuh, akan dibeli oleh KDMP karena ada fasilitas cold storage-nya.
Tidak hanya itu, kata dia, nanti sistem KDMP akan saling mengetahui potensi desa yang lain. Jadi jika desa nelayan memiliki banyak ikan dan desa lain tidak ada ikan, mungkin bisa subtitusi atau bisa saling tukar barang kebutuhan.
“Hal tersebut juga berlaku bagi petani yang ada di desa. Gabah hasil dari petani nanti juga bisa dibeli oleh KDMP, karena nanti ada gudang yang bisa menyimpan hasil panen petani dan juga ada truk yang akan dimaksimalkan untuk mengambil dari hasil-hasil pertanian,” katanya.
Oleh karena itu Mendes Yandri mengajak seluruh kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan juga masyarakat desa untuk menyukseskan program ini. Ia menilai program hasil dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto tersebut sangat mulia yang bertujuan menyejahterakan masyarakat desa.
“Ekosistem KDMP sedang dibangun. Kalau masyarakat minta Kopdes berhasil ya memang belum, karena sedang berproses, belum berjalan, lagi pematangan operasionalisasinya, sekarang sedang tahap finalisasi gudang, gerai, dan alat logistiknya. Insya Allah nanti akhir Agustus 35.000 sekian KDMP selesai,” ujar Mendes.
“Nantinya, aset KDMP akan menjadi milik desa, kemudian 20 persen keuntungan KDMP menjadi pendapatan asli desa, sisa hasil usahanya dibagi ke rakyat desa,” tambah Mendes Yandri. (Oleh Mecca Yumna Ning Prisie – LKBN Antara)











