UMKM Baduy Mulai Pasarkan Produk Kerajinan Via Online
Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten memasarkan produk kerajinan adat dijual secara online atau digital guna meningkatkan omzet dan pendapatan.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan pemerintah daerah sangat membantu produksi masyarakat Baduy, selain promosi dan pemasaran juga dilakukan pelatihan digital.
Selama ini produk kerajinan masyarakat Baduy banyak diminati, karena memiliki daya tarik sendiri juga harganya relatif terjangkau. “Kami berharap produk UMKM masyarakat Baduy dapat memasarkan melalui digital, sehingga bisa meningkatkan omzet pendapatan ,” katanya di Lebak, Rabu.
Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak Jaro Oom mengatakan pihaknya sebagian pelaku UMKM masyarakat Baduy sudah menggunakan teknologi digitalisasi.
Pelaku UMKM di kawasan masyarakat Baduy tumbuh dan berkembang di 68 perkampungan, sehingga dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat adat.
Diperkirakan jumlah UMKM itu sekitar 2000 unit usaha dengan memproduksi aneka kerajinan, seperti kain tenun, batik, selendang adat, ikat lomar, tas koja, batik chanting Baduy, souvenir, bahkan baju, madu dan celana kampret.
Harga produk kerajinan Baduy itu berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp1,5 juta tergantung jenis dan kualitas.
Selama ini,kata dia, pelaku UMKM masyarakat Baduy sebagian sudah dipasarkan menggunakan teknologi digitalisasi secara online. Karena itu, pihaknya kedepan semua produk masyarakat Baduy bisa dipasarkan melalui digital.
Pemasaran digital dapat memperluas jaringan hingga menembus domestik dan mancanegara, sehingga dipastikan dapat mendongkrak omzet pendapatan ekonomi.
“Kami berharap produk Baduy itu ada di aplikasi Tokopedia, Shopee, Marketplace, Facebook, Lazada, Instagram, Youtube dan Twitter,” kata Jaro Oom.
Begitu juga pelaku UMKM masyarakat Baduy lainya, Amir mengatakan dirinya sejak dulu memasarkan produk kerajinan itu melalui digital ke media sosial.
Penggunaan teknologi digital itu setelah PT Telkom Indonesia tahun 2016 meluncurkan “Kampung UKM Digital” hingga laku keras pesanan dari berbagai daerah.
Produk UKM kerajinan Baduy dapat dibuka dalam jarigan (daring) secara online sehingga bisa diakses oleh masyarakat luas hingga mancanegara.
“Kami sangat terbantu melalui pemasaran digital karena permintaan pasar cenderung meningkat dan bisa menghasilkan pendapatan relatif lumayan,” katanya menjelaskan (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)











