Disnakertrans Banten Imbau Perusahaan Outsourcing Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten mengimbau pemerintah kabupaten dan kota mendorong perusahaan outsourcing atau penyedia jasa tenaga kerja alih daya memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal di sekitar area operasional industri.
Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Septo Kalnadi di Serang, Rabu, menyoroti fenomena banyaknya perusahaan outsourcing dari luar daerah yang cenderung membawa pekerja dari wilayah asalnya, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.
Kondisi ini, katanya, tentu menghambat penyerapan tenaga kerja lokal yang berdampak pada masih tingginya angka pengangguran di Banten.
“Angka pengangguran Banten tercatat di angka 407.000 jiwa 13 persen di antaranya merupakan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), meski Banten masuk dalam tiga besar destinasi investasi nasional,” katanya.
Guna mengoptimalkan pengaruh positif kehadiran investasi bagi masyarakat sekitar, pemerintah meminta instansi ketenagakerjaan di tingkat kabupaten dan kota selaku penerbit izin outsourcing untuk meminta komitmen perusahaan agar merekrut warga di sekitar kawasan operasional terlebih dahulu sebelum mencari pekerja dari luar daerah.
“Mengedepankan imbauan yang kuat kepada perusahaan untuk memberdayakan warga lokal,” ujarnya.
Dia menjelaskan pemerintah menghindari pembuatan regulasi pelarangan pekerja luar Banten secara tertulis guna menghindari aturan yang bersifat diskriminatif atau melanggar hak warga negara.
Selain itu, mengimbangi desakan penyerapan pekerja lokal dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program link and match.
Pemerintah mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) agar warga setempat memenuhi kualifikasi industri dan mengantongi sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam mengawal proses rekrutmen perusahaan alih daya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adil dan memastikan warga Banten menjadi aktor utama dalam pertumbuhan industri di daerah sendiri. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)











