Sekda Banten: Tak Ada Anggaran Khusus Perayaan HUT Banten, Kegiatan Dibiayai Masyarakat
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi memastikan bahwa tidak ada anggaran khusus untuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Banten ke-26. Biaya kegiatan itu ditanggung berbagai elemen masyarakat yang berkontribusi terhadap kegiatan tersebut.
“Sesuai arahan Presiden RI bahwa acara seremonial agar dikurangi, maka Gubernur dan Wakil Gubernur Banten mengikuti arahan tersebut. Kita tidak mengalokasikan anggaran buat HUT Banten, kecuali di DPRD karena ada sidang paripurna,” kata Deden Apriandhi, Sekda Provinsi Banten yang berbicang di BantenPodcast dengan host Beni Hendriana yang dikutip MediaBanten.Com, Senin (5/10/2026).
Karena itu, kegiatan yang berkaitan dengan HUT Banten disebarkan ke beberapa kabupaten dan kota. “Gubernur Banten itu terus berkeliling untuk meresmikian kegiatan yang berdampak langsung ke masyarakat,” katanya.
Maka perayaan hari ulang tahun ini sekan-akan sepi, karena melaksanakannya tur ke kabupaten / kota yang lainnya. Kegaitan itu diganti dengan Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten berkeliling mengungjungi masyarakat sambil meresmikan berbagai proyek yang menyentuh masyarakat.
Misalnya peresmian insfrastruktur di Cikeudal, Kot Serang dan Gubernur Banten berkeliling ke Malingping dan sekiarnya.
“Jadi perayaan seperti tidak meriah karena memang d8sebar ke kabupaten kota. Selain instruksi presiden, pembangunan masyarakat harus dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Deden juga menyampaikan sikap Gubernur Banten, Andra Soni yang konsisten dalam membangun fisik yang tidak hanya membangun saja. Tapi sebelum dibangun dihitung dulu apa dampaknya setelah proyek atau itu rampung.
“Kita terkadang tidak memperhatikan soal kewenangan. Selama ini dirasakan masyarakat dan tidak melanggar peraturan, kami akan melakukannya. Misalnya Program Bang Andra atau Bangun Jalan Desa Sejahtera, meski jika dilihat jalan yang dibangun atau diperbaiki merupakan kewenangan kabupaten dan kota. Tapi tetap kita bangun. Mekanismenya kita sesuai agar tidak melanggar peraturan,” jelas Deden.
Selain Program Bang Andra yang merupakan pembangunan jalan desa, Pemprov Banten juga fokus sekolah gratis yang kini diperluas ke madrasah aliyah atau setikat SMA yang sebenarnya merupakan kewenangan Kementrian Agama.
Dari Karangan Bunga Hingga Tukin
Langkah lainnya adalah dalam perayaan ini tidak boleh ada yang mengirimkan karangan bunga yang pada akhirnya menjadi layu dan sampah yang bertumpuk. Tapi pihak yang ingin mengucapkan diminta untuk mengiriman pohon yang bisa dimanfaatkan untuk ditanam kembali.
“Setiap perayaan apapun mengirim karangan baru, babalatak (berantakan) jadi runtah (sampah). Tapi kalau yang dikirim pohon, maka ini bisa ditanam di KP3B. Ini lebih efisien dan bermanfaat,” katanya.
Perayaan hari ulang tahun ini juga menghilangkan kegiatan hiburan seperti band, pesta-pesta akbar dan sebagainya. Tetapi kegiatan panjang mulud masih dibolehkan karena biayanya memang berasal dari masyarakat.
Deden Apriandhi berkali-kali menepis soal efeisiensi anggaran yang menyebabkan perayaan HUT Banten ke-26 agak berbeda dan terkesan sepi. Juga termasuk pengurangan Tukin dari ASN.
“Pengurangan Tukin ASN bukan dalam kerangka efisiensi fiskal, bukan. Ini berkaitan dengan hari Jumat, para ASN berkerja di rumah atau WFH. Nah, Tukin itu dikurangi 20 persen karena WFH tadi. Hasil pengurangan Tukin kan bisa digunakan untuk kegitan yang menyentuh masayrakat,” katanya.
Kalau kedisiplinan apa dipengaruhi oleh besaran tukin, kalau soal disiplin adalah soal sikap dalam patuh. Tidak ada hubugannya dengan esar atau kecil Tukin. Misalnya ASN yang ditemuka tidak berdisiplin karena Tukinnya dikurangi 20 persen.
Deden membenarkan, rundown acara HUT Banten terdapat lomba menyanyi daerah, marching jawara kuliner, kejurda tinju, ada lari fun 10 K dan sebagainya. Kegaitan ini semuanya ditanggung oleh berbagai pihak yang berkontribusi semisalnya ada Bank Banten, Jamkrida, Baznas dan lainnya.
Anjlokanya Pendapatan
Sekda Banten, Deden membenarkan bahwa tahun ini pendapatan anjlok yang diakibatkan banyak warga yang tidak bayar pajak.
“Karena kita memahami bagi sebagian besar sedang kerepotan dalam ekonomi. Maka kita memaksimalkan pajak pajak yang berasal dari industri dan lainnya di luar pajak kendaraan bermotor (PKB),” ujarnya.
Pendapatan itu antara lain berasal pajak rokok, bahan bakar, MLMB, pajak alat berat yang selama ini belum tergali.
Deden juga menjelaskan bawha sikap tidak hura-hura dalam perayaan HUT Banten juga bukan disebabkan anggarannya untuk Kopdes dan program MBG. Kemudian di Banten
“Saya menghadiri pelantikan HKTI, di situ hadir Kepala BGN. Dia mengatakan, kata siapa dengan ada MBG duit kesedot ke situ, akata siapa bangun Kopdes, sekarang kita banyak bangun banyak sekolah, bangun jembatan, bangun jalan, dulu enggak MBG enggak Kopdes, enggak bisa kapal induk, enggak bisa kapal jembatan,” katanya.
Di Banten, Gubenur bisa menerapkan sekolah gratis. Bisa Bangun Andra, BPJS Kesehatan. Enggak ada yang berkurang,
Deden berharap semua bisa sama sama memaknai keberlangsungan pemerintah di Provinsi Banten, kabupaten dan kota juga.
“Percayalah kami disumpah pada saat untuk mendarmabaktikan demi kemajuan masysarkat. Di momentum 26 tahun, kami mengajak masyarakat memberikan kritik yang membangun. Insya Allah terbuka. Tidak semua bisa ditanggapi, tetapi kita bergerak untuk masyarakat,” katanya. (Sumber: BantenPodcast)
Silahkan tonton di BantenPodcast dengngan tautan di bawah ini:








