Ini Alasan 120 Kepala Sekolah pada SMA, SMK dan SKH Negeri di Banten Bakal Dirotasi
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Ai Dewi Suzana membenarkan adanya recananya mutasi dan rotasi 120 kepala sekolah pada SMA, SMK dan Skh negeri yang ditargetkan akan dilakukan pada akhir bulan Oktober 2026.
“Secara kewenangan usulan mutasi dan rotasi itu berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dan saat ini semuanya sedang berproses,” kata Ai Dewi Suzana, Kepala BKD Provinsi Banten yang dihubungi MediaBanten.Com, Selasa (20/10/2026).
Ai Dewi Suzana juga membenarkan bahwa rotasi dan mutasi kepala sekolah ini untuk penyegaran dan organisasi. “Karena ada beberapa Kepsek yang sudah lama menjabat di suatu sekolah,” katanya.
Selain penyegaran, rotasi dan mutasi ini juga di antaranya untuk mendekatkan jarak rumah Kepsek dengan tempat sekolahnya. Selama ini ada beberapa sekolah yang rumah Kepseknya berada di luar daerah yang jaraknya sangat jauh. Dari sisi efisiensi mengajar dan lainnya, sangat tidak efisien dalam mengelola satuan pendidikan tersebut.
“Yang mutasi itu 120-an lebih. Yang mutasi kan rencananya yang jauh didekatkan. Yang sudah terlalu lama juga dan ada beberapa yang memang jadi catatan,” tambahnya.
Ia menyebut ada kepala sekolah yang sudah menjabat satu periode bahkan dua periode di sekolah yang sama sehingga menjadi prioritas untuk dimutasi.
Mutasi tersebut juga ada yang sifatnya tukar posisi dan ada yang mengisi kekosongan karena pensiun.
“Kalau hitungannya sih 49. Itu dari seleksi cakep (calon kepala sekolah). Rencananya kan dilakukan seleksi, pengumuman lulus administrasi dulu, baru nanti ada CAT, ada assessment,” katanya.
Ia menjelaskan proses seleksi melibatkan dua kementerian karena urusan guru tidak hanya di BKN, tetapi juga harus dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Setelah itu proses selesai, sistem masuk. Nanti diinput ke sistem BKN untuk perteknya keluar dari BKN. Setelah itu selesai baru nanti pelaksanaannya,” ujarnya.
BKD menegaskan mutasi akan diselesaikan terlebih dahulu, baru kemudian pengisian calon kepala sekolah definitif. “Yang mutasi dulu. Kalau yang mutasi selesai, baru nanti kita bicara yang calon kepala sekolah. Jadi ada dua, satu mutasi, satu seleksi calon kepala sekolah. Inginnya akhir tahun ini semua selesai,” katanya. (Pewarta: IN Rosyadi)








